Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EDUKASI TENTANG PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI Mustika Hana Harahap; Rena Afri Ningsih; T Hartian SN; Andriani Andriani; Siska Mulyani; Hamidah Sari Batubara
JURNAL ABDIMAS DOSMA (JAD) Vol. 3 No. 1 (2024): JANUARI
Publisher : IKATAN ALUMNI DOSEN MAGANG KEMENRISTEKDIKTI TAHUN ANGKATAN 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70522/jad.v3i1.51

Abstract

Abstrak (Indonesia): Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) merupakan bagian integral dari program kesehatan dan keluarga berencana di Indonesia. Remaja merupakan salah satu sasaran dalam kesehatan reproduksi. Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, dimana pada masa tersebut banyak terjadi perubahan baik fisik maupun psikis. Kesehatan reproduksi merupakan suatu keadaan, kondisi dimana remaja sehat secara sosial, fisik, mental, yang berkaitan dengan sistem reproduksi, fungsi reproduksi dan peran reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan siswa MTs. Muhammadiyah 02 Pekanbaru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan kesehatan dengan menggunakan media power point dapat digunakan untuk menambah pengetahuan. Melalui kegiatan ini, disarankan agar informasi kesehatan reproduksi terus disampaikan kepada siswi. Kegiatan ini berjalan dengan lancer dan peserta kegiatan mengikuti dengan serius dan antusias.
EDUKASI TENTANG PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI Mustika Hana Harahap; Rena Afri Ningsih; T Hartian SN; Andriani Andriani; Siska Mulyani; Hamidah Sari Batubara
JURNAL ABDIMAS DOSMA (JAD) Vol. 3 No. 1 (2024): JANUARI
Publisher : IKATAN ALUMNI DOSEN MAGANG KEMENRISTEKDIKTI TAHUN ANGKATAN 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70522/jad.v3i1.51

Abstract

Abstrak (Indonesia): Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) merupakan bagian integral dari program kesehatan dan keluarga berencana di Indonesia. Remaja merupakan salah satu sasaran dalam kesehatan reproduksi. Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, dimana pada masa tersebut banyak terjadi perubahan baik fisik maupun psikis. Kesehatan reproduksi merupakan suatu keadaan, kondisi dimana remaja sehat secara sosial, fisik, mental, yang berkaitan dengan sistem reproduksi, fungsi reproduksi dan peran reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan siswa MTs. Muhammadiyah 02 Pekanbaru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan kesehatan dengan menggunakan media power point dapat digunakan untuk menambah pengetahuan. Melalui kegiatan ini, disarankan agar informasi kesehatan reproduksi terus disampaikan kepada siswi. Kegiatan ini berjalan dengan lancer dan peserta kegiatan mengikuti dengan serius dan antusias.
Asuhan Kebidanan Berkesinambungan Pada Ny. I Dengan Penerapan Counter Pressure Massage Untuk Mengurangi Nyeri Persalinan Kala 1 Anisa Salim; Siska Mulyani
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 4 No 3 (2026): Juni - September (IN PROGRESS)
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v4i3.1724

Abstract

Persalinan normal terjadi ketika kehamilan berlangsung antara 37 hingga 42 minggu, yang merupakan rentang waktu umum bagi bayi untuk lahir. Proses ini sering kali disertai rasa nyeri pada tahap awal dan dapat memengaruhi kondisi fisik maupun psikologis ibu. Tujuan untuk mengkaji efektivitas Counter Pressure Massage dalam mengurangi nyeri selama tahap awal persalinan. Metode yang digunakan adalah case study dengan pendekatan Praktik Kebidanan Berbasis Bukti, mencakup asuhan berkelanjutan dari trimester ketiga hingga pascapersalinan. Studi dilaksanakan di Klinik Pratama Afiyah, Pekanbaru, pada Februari–April 2026. Subjek adalah seorang ibu berusia 40 tahun dengan riwayat lima kali kehamilan (dua anak sehat, dua kali keguguran, dan dua kelahiran hidup). Tingkat nyeri dinilai menggunakan skala 0 hingga 10. Hasil, menunjukkan bahwa setelah diberikan intervensi Counter Pressure Massage selama 20 menit pada fase aktif kala I persalinan dengan pembukaan 8 cm, tingkat nyeri berkurang dari skala 9 menjadi 4. Karena hanya melibatkan satu subjek, temuan bersifat deskriptif dan tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan efektivitas secara general. Secara klinis, teknik ini terbukti membantu mengurangi nyeri persalinan secara non-farmakologis. Bidan disarankan menerapkan pendekatan berbasis penelitian ini untuk meningkatkan kenyamanan ibu selama bersalin.