Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Selatan merupakan unit pelaksana teknis dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN yang memanfaatkan Sistem Manajemen Talenta ASN (ITMS) untuk mendukung pengelolaan data kepegawaian dan pengembangan kompetensi aparatur. Namun, efektivitas tata kelola teknologi informasi pada sistem ini belum pernah dievaluasi secara formal. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kapabilitas proses tata kelola TI pada sistem ITMS menggunakan kerangka kerja COBIT 5, khususnya pada domain DSS (Deliver, Service and Support) dan MEA (Monitor, Evaluate and Assess). Hasil audit menunjukkan bahwa MEA01 memperoleh tingkat kapabilitas tertinggi sebesar 5,52, menandakan sistem telah menyediakan informasi yang akurat dan transparan. Secara umum, rata-rata kapabilitas berada pada level 3,78, mendekati level 4 (Predictable Process). Proses DSS01, DSS03, DSS06, dan MEA01 telah mencapai atau melampaui target, sedangkan DSS02, DSS04, DSS05, dan MEA02 masih menunjukkan gap, dengan celah terbesar pada DSS04 sebesar -1,56. Rekomendasi perbaikan mencakup penguatan sistem pelaporan insiden, peningkatan kesiapan layanan melalui pelatihan berkala, serta penguatan kebijakan keamanan informasi. Evaluasi ini diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam peningkatan tata kelola TI yang lebih efektif dan berkelanjutan.