Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Pengabdian Deli Sumatera

Penyuluhan manfaat ASI Ekslusif pada anak di Kelurahan Amplas Syahlis Irwandi; Abdul Haris Pane; Fazila Az-Zahra
Pengabdian Deli Sumatera Vol 1 No 2 (2022): Artikel Pengabdian Volume 1 Nomor 2, Juli 2022
Publisher : LLPM Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI (Air Susu Ibu) adalah sumber asupan nutrisi bagi bayi baru lahir, yang mana .ASI eksklusif adalah pemberiannya pada bayi berusia 0 bulan sampai 6 bulan. Dalam fase ini harus diperhatikan dengan benar mengenai pemberian dan kualitas ASI, supaya tak mengganggu tahap perkembangan si kecil selama enam bulan pertama semenjak hari pertama lahir (HPL), mengingat periode tersebut merusakan masa periode emas perkembangan anak sampai menginjak usia 2 tahun ASI mengandung growth factor dan zat antibodi. Growth factor dalam ASI berperan dalam membantu proses pematangan organ dan hormon, sedangkan zat antibodi berfungsi membantu proses pematangan sistem imun pada bayi. Faktor determinan yang mempengaruhi bayi tidak mendapatkan ASI dengan baik adalah faktor karakteristik ibu, faktor bayi, lingkungan, pengetahuan ibu, dukungan keluarga, pendidikan kesehatan, sosial ekonomi dan budaya. Menurut beberapa laporan studi tentang permasalahan pemberian ASI Eksklusif pada bayi, disebabkan kesibukan ibu bekerja, produksi ASI yang sedikit, penggunaan susu formula, dan adanya persepsi perlunya makanan tambahan . Dengan pelaksanaan penyuluhan yang terencana dengan baik berhasil meningkatnya jumlah ibu ibu yang memberikan ASI eksklusif. Kondisi ini menunjukkan masih diperlukan upaya peningkatan pengetahuan yang lebih sering lagi kepada ibu tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan tanpa menambahkan dan menggantinya dengan makanan ataupun minuman lainnya agar bayi dapat mempunyai daya tahan tubuh yang baik dan dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi, memenuhi energi dan nutrisi kebutuhan bayi, mendukung perkembangan otak yang sehat, serta bayi mendapatkan makanan yang alami, praktis dan higienis. Kata Kunci : Penyuluhan kesehatan, Asi Ekslusif
Penyuluhan Mengatasi Stunting Pada Anak di Kelurahan Amplas Syahlis Irwandi; Mayang Sari Ayu; Fazila Azzahra
Pengabdian Deli Sumatera Vol 3 No 1 (2024): Artikel Riset Pengabdian Volume 3 Nomor 1. Januari 2024
Publisher : LLPM Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah mengumumkan keberhasilan Indonesia dalam menurunkan prevalensi stunting dari 24,4% di tahun 2021 dan menjadi 21,6% pada tahun 2022. Namun angka ini belum mencapai target World Health Organization (WHO) yaitu kurang dari 20%. Sementara target nasional yang ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia di angka 14% di tahun 2024. Hal ini tentu memerlukan berbagai usaha intervensi dan kolaborasi baik dari kementerian maupun dari lembaga lainnya di Indonesia. Imunisasi dan gizi menjadi faktor penting dalam mencegah stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk melaksanakan penyluhan tentang status imunisasi dan gizi. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Amplas Medan, yaitu dengan melakukan pemeriksaan status gizi dan monitoring Kartu Menuju Sehat (KMS) serta observasi dan wawancara. Selain itu juga dengan memberikan materi penyuluhan kesehatan secara face-to-face kepada masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat tentang bagaimana pentingnya kontrol status gizi dan imunisasi pada bayi dan anak untuk pencegahan stunting, sehingga diharapkan pencapaian generasi Bebas Stunting akan lebih mudah terwujud.