Lansia atau yang lebih kita kenal sebagai lanjut usia adalah suatu proses kejadian penuaan yang pasti dialami oleh individu dan ditandai dengan penurunan fungsi organ pada tubuh seperti otak, hati, ginjal, jantung maupun peningkatan kehilangan jaringan aktif pada tubuh berupa otot tubuh. Hal tersebut terjadi karena adanya pengurangan jumlah dan kemampuan sel tubuh sehingga kemampuan jaringan tubuh tersebut untuk mempertahankan fungsi secara normal menjadi tidak ada, akhirnya tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang dialami (Fatmah, 2010). Penyebab osteoporosis dipengaruhi oleh berbagai faktor dan pada individu bersifat multifaktoral seperti gaya hidup tidak sehat, kurang gerak, tidak berolahraga serta pengetahuan mencegah osteoporosis yang kurang akibat kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan sehari-hari mulai anak-anak sampai dewasa, serta kurangnya asupan kalsium. Maka kepadatan tulang menjadi rendah sampai terjadinya osteoporosis. Kegiatan diikuti peserta 50 orang. Peserta berjenis kelamin perempuan usia tertua 63 tahun. Hasil pemeriksaan kepadatan tulang dengan cara melihat T-Score yang didapat. Hasil pengukuran kepadatan tulang berdasarkan usia, diketahui bahwa (44,35%) peserta mengalami kecenderungan osteoporosis yakni dengan hasil T-Score yang didapat ≥ -2,5, (55,64%) peserta mendapatkan T-Score < -2,5. Kesimpulan Penyuluhan dan pemeriksaan kepadatan tulang merupakan penapisan awal untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dari seseorang yang apabila terjadi komplikasi dapat menurunkan kualitas hidup. Dari kegiatan ini, peserta akan mendapat informasi yang berharga dalam rangka mengatur pola hidup dan pola makan yang baik sehingga dapat mempertahankan nilai kepadatan tulang dalam batas normal. Kegiatan ini diikuti 50 peserta, 44,35% peserta kemungkinan mengalami gejala osteoporosis. Keywords: Lansia, Pemeriksaan, Kesehatan Tulang