Amri Rahman
State University of Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Membangun Karakter Moderasi Beragama Mahasiswa Melalui Kurikulum Cinta Berbasis Kearifan Lokal Amri Rahman
Teladan: Jurnal Pendidikan Umum dan Karakter Vol. 1 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66053/jpuk.v1i2.36

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konsep Kurikulum Cinta berbasis kearifan lokal dalam membentuk karakter moderasi beragama mahasiswa. Latar belakang penelitian ini berangkat dari meningkatnya fenomena ekstremisme dan intoleransi yang mengancam keharmonisan sosial, sehingga penguatan sikap moderat di kalangan generasi muda menjadi urgensi strategis. Moderasi beragama dipahami sebagai praktik beragama yang seimbang, tidak berlebihan, mampu memadukan teks keagamaan dengan konteks sosial, serta mengedepankan nilai kemanusiaan, ukhuwah, dan keterbukaan. Untuk menanamkan nilai-nilai tersebut, diperlukan pendekatan pendidikan yang humanis, afektif, dan kontekstual. Kurikulum Cinta ditawarkan sebagai model pedagogis yang menekankan kasih sayang, empati, penghargaan terhadap keberagaman, serta penguatan karakter melalui internalisasi nilai kearifan lokal yang secara intrinsik sarat dengan nilai kerukunan dan persatuan. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan menelaah berbagai literatur, buku, jurnal, artikel ilmiah, dan catatan sejarah yang kemudian diklasifikasi, direduksi, dan dianalisis secara deduktif untuk merumuskan konsep Kurikulum Cinta berbasis kearifan lokal dalam pembentukan moderasi beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Kurikulum Cinta berbasis kearifan lokal mampu menjadi strategi efektif dalam menumbuhkan karakter moderat pada mahasiswa. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat pendidikan afektif melalui nilai mahabbah sebagai inti spiritual, tetapi juga memberikan praktik konkret melalui warisan budaya lokal, sehingga mahasiswa tidak sekadar beragama secara ritual, melainkan berkembang sebagai agen perdamaian dan harmoni sosial yang berakar pada nilai-nilai luhur bangsa. Penelitian ini merekomendasikan Kurikulum Cinta sebagai model yang relevan untuk penguatan pendidikan karakter moderasi beragama di perguruan tinggi.
Peran PAI Dalam Penanaman Nilai-Nilai Islam Wasathiyah Bagi Mahasiswa Di PTU Amri Rahman
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan nilai-nilai Islam wasathiyah kepada mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum (PTU). Kajian pustaka menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Islam moderat dapat dilakukan melalui pembelajaran di kelas dan penguatan peran lembaga dakwah kampus sebagai mitra strategis mata kuliah PAI. Terdapat enam aspek utama yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran PAI di PTU untuk mendukung moderasi beragama, yaitu: (1) Kurikulum yang mencakup materi Islam wasathiyah dan isu-isu kontemporer seperti toleransi, HAM, dan teologi inklusif; (2) Pendidik yang berperilaku moderat dan menjadi teladan; (3) Materi yang relevan dengan konteks keagamaan saat ini; (4) Metode dan media pembelajaran yang variatif, partisipatif, dan menarik bagi mahasiswa; (5) Evaluasi pembelajaran yang mengukur pemahaman dan sikap keagamaan moderat; dan (6) Kegiatan ekstrakurikuler, khususnya yang difasilitasi oleh lembaga dakwah kampus. Lembaga dakwah kampus berperan penting dalam mendukung pendidikan Islam berbasis wasathiyah. Dua aspek utama yang menentukan efektivitas peran ini adalah kapasitas mentor, yang harus memiliki pemahaman Islam moderat, serta program kerja yang disusun berbasis pada prinsip moderasi. Dengan sinergi antara pembelajaran formal dan kegiatan dakwah kampus, PAI di PTU dapat menjadi instrumen efektif dalam membentuk mahasiswa yang toleran, inklusif, dan berwawasan Islam wasathiyah.
Relevansi Religiusitas Dengan Kebahagiaan Amri Rahman
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan kebahagiaan. Peneliti memilih metode literature research. Hasil kajian literatur ditemukan bahwa religiusitas diartikan sebagai kataatan dalam menjalankan ajaran agama, yaitu seperangkat kepercayaan atau aturan yang datang dari Tuhan untuk membimbing manusia dalam bersikap dan berperiaku, baik terhadap Tuhan, orang lain, bahkan dengan dirinya sendiri. Sedangkan kebahagiaan adalah suasana batin yang tenang karena rida dan ikhlas dalam menjalani hidup. Kebahagiaan bukan sekedar kesenangan sebagaimana yang dipresepsikan oleh kaum hedonis yang menganggap bahwa kebahagiaan terletak pada ketercapaian kesenangan materi. Akan tetapi, kebahagiaan adalah ketenangan jiwa dan bathin karena bimbingan dan petunjuk agama. Oleh karena itu semakin tinggi kataatan beragama seseorang maka akan semakin besar harapan untuk meraih kebahagiaan, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa religiusitas memiliki hubungan yang signifikan dengan kebahagiaan.