Johan Ageng Prasetyo
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEWIRAUSAHAAN SOSIAL: JALUR BISNIS DIGITAL UNTUK PEMBERDAYAAN PEMUDA PANTI ASUHAN Satrio Sudarso; Istian Kriya Almanfaluti; Johan Ageng Prasetyo; Indah Dwi Lestari; Nasywa Aulia
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 9 No. 02 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program RISETMU Batch VIII, yang diselenggarakan oleh Mitra Pengabdian Masyarakat dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah Surabaya, berfokus pada analisis situasi yang menemukan tiga masalah utama yang dihadapi oleh pemuda panti asuhan. Masalah pertama adalah kekurangan akses ke pendidikan formal dan pelatihan digital; masalah kedua adalah ketergantungan pada produk tradisional seperti kopi "KOPITA", ayam geprek "Syuuqi", dan parfum "WangiMu”. Metode sociopreneurship digunakan untuk meningkatkan kemampuan manajemen bisnis digital, memperluas jaringan pemasaran, dan mendorong kemandirian ekonomi. Bentuk metode yang digunakan adalah kursus pelatihan gabungan yang berlangsung selama sekitar dua belas minggu. Modul-modul tersebut mencakup akuntansi dasar, produksi, branding, fotografi produk, dan pemasaran digital (SEO, media sosial, dan pasar), serta strategi harga dan layanan pelanggan. Setiap modul diakhiri dengan proyek mini berbasis produk usaha kecil dan menengah. Proses evaluasi terdiri dari survei kepuasan, observasi mentor, dan pre-test dan post-test. Standar kinerja termasuk tingkat kehadiran setidaknya 90%, skor praktikum setidaknya 80%, dan peningkatan penjualan produk setidaknya 30% dalam enam bulan setelah pelatihan. Hasil awal menunjukkan pembentukan tiga kolaborasi baru dengan platform perdagangan elektronik, peningkatan tajam dalam kemampuan analisis keuangan (rata-rata skor naik 25 poin), dan peningkatan audiens media sosial (jumlah follower meningkat 12 persen per bulan). Penemuan penelitian menunjukkan bahwa analisis situasi yang menyeluruh—menggabungkan penemuan masalah struktural, kebutuhan kompetensi, dan potensi sumber daya lokal—merupakan syarat penting untuk menciptakan program pelatihan yang berhasil. Model tersebut dapat diterapkan pada lembaga sosial lain untuk meningkatkan keberlanjutan dengan melatih pemuda panti untuk menjadi wirausaha digital. Ini dapat dicapai melalui pembentukan komunitas bisnis digital, kolaborasi dengan institusi, dan reinvestasi keuntungan dari penjualan produk ke dalam pemeliharaan infrastruktur digital.