Christina Yeni Kustanti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN QUARTER LIFE CRISIS PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR PRODI SARJANA KEPERAWATAN ANGKATAN 2021 DI STIKES BETHESDA YOGYAKARTA TAHUN 2024 rebeka christin; Antonius Yogi Pratama; Christina Yeni Kustanti; Indah Prawesti
Journal Integrative and Holistic Health Studies Vol. 1 No. 1 (2025): Journal Integrative and Holistic Health Studies
Publisher : Punar Svasthya Krista

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66188/jihhs.v1i1.5

Abstract

Quarter Life Crisis (QLC) merupakan fenomena psikologis yang sering dialami individu usia dewasa awal, termasuk mahasiswa tingkat akhir. Mahasiswa dalam fase ini sering mengalami kebimbingan dalam mengambil keputusan, perasaan putus asa, kecemasan, serta tekanan mengenai masa depan akademik, karier, dan kehidupan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran QLC pada mahasiswa tingkat akhir Prodi Sarjana Keperawatan Angkatan 2021 di STIKES Bethesda Yogyakarta tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 56 orang mahasiswa akhir, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 44 orang mahasiswa akhir. Alat ukur dalam penelitian ini adalah kuesioner yang mengukur tujuh aspek QLC: bimbang dalam mengambil keputusan, putus asa, menilai diri secara negatif, merasa terjebak dalam situasi sulit, perasaan cemas, tertekan, dan khawatir akan hubungan interpersonal. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas (79,5%) mengalami QLC pada tingkat sedang. Aspek yang paling dominan adalah kebimbangan dalam mengambil keputusan (68,2%) dan penilaian diri negatif (54,5%). Quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir di STIKES Bethesda Yogyakarta berada pada tingkat sedang. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi QLC pada populasi lebih luas dan mengembangkan strategi intervensi yang efektif.
Factors influencing coping mechanisms for premenstrual syndrome among adolescents in Indonesia Henny Dwi Susanti; Rintan Rikawati; Ninik Yunitri; Christina Yeni Kustanti; Min-Huey Chung
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 14 No. 2 (2026): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkp.v14i2.2699

Abstract

Background: Premenstrual syndrome (PMS) is a common reproductive health problem experienced by adolescent girls and can impact physical, psychological, and social well-being. Despite the high prevalence of PMS, research in Indonesia specifically examining factors influencing adolescents' coping mechanisms in dealing with PMS is still limited. Objective: This study aims to analyze social factors (social support), psychological factors (depression, anxiety, stress), and menstrual characteristics that influence the coping mechanisms of premenstrual syndrome in adolescent girls in Indonesia. Methods: This is an observational analytical study with a cross-sectional design in 321 adolescent girls aged ≥12 years using a purposive sampling technique. Data were collected using the PMS-COPE questionnaire, the Multidimensional Scale of Perceived Social Support, the DASS-21, and demographic data. Data analysis was performed using logistic regression. Results: The analysis showed that social support (p < 0.001) and menstrual cycle regularity (p = 0.035) were factors that significantly influenced PMS coping mechanisms in adolescents. Adolescents tended to use coping strategies based on social and enjoyable activities. Conclusion: Social support and the menstrual cycle play important roles in shaping adolescents' coping mechanisms for PMS. Nursing interventions that emphasize strengthening social support and menstrual health education are needed to improve adolescents' adaptive coping.