Eko Budi Laksono
STIKES Borneo Cendikia Medika

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH RELAKSASI GENGGAM JARI DAN KOMPRES HANGAT DAUN KELOR TERHADAP PERUBAHAN NYERI PADA PENDERITA GOUT ARTHRITIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ARUT SELATAN Rachel Aisyah; Wahyudi Qorahman; Eko Budi Laksono
Journal Integrative and Holistic Health Studies Vol. 1 No. 1 (2025): Journal Integrative and Holistic Health Studies
Publisher : Punar Svasthya Krista

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66188/jihhs.v1i1.10

Abstract

Latar belakang : Gout arthritis adalah salah satu penyakit yang cukup umum, disebabkan oleh gangguan dalam metabolisme purin. Kondisi ini ditandai dengan meningkatnya kadar asam urat dalam darah hingga melampaui batas normal. Kelebihan asam urat tersebut dapat mengendap di sendi dan organ tubuh lainnya, sehingga menimbulkan nyeri, pembengkakan, dan peradangan pada sendi. Tujuan : Menganalisis pengaruh relaksasi genggam jari dan kompres hangat daun kelor terhadap tingkat nyeri pada pendeita gout arthritis di Wilayah Kerja Puskesmas Arut Selatan. Metode : Desain penelitian ini adalah Quasy Eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest with control group design. Teknik purposive sampling, sampel pada penelitian ini berjumlah 34 responden, terbagi ke kelompok eksperimen 17 responden dan kontrol 17 responden. Pada kelompok eksperimen diberikan relaksasi genggam jari dan kompres hangat daun kelor dengan 3 kali perlakuan durasi 20 menit selama 3 hari sedangkan kelompok kontrol hanya mendapatkan perlakuan relaksasi genggam jari. Penilaian tingkat nyeri menggunakan lembar observasi VAS.  Hasil : Hasil penelitian menunjukkan tingkat nyeri pretest pada kelompok ekperimen  5,18 dan pada kelompok kontrol  5,47. Sedangkan tingkat nyeri posttest pada kelompok eksperimen 3,24 dan kelompok kontrol 3,24 dengan p value = 0,000. Kesimpulan : Ada pengaruh Relaksasi Genggam Jari dan Kompres hangat daun kelor terhadap tingkat nyeri pada penderita Gout arthritis. Tidak ada perbedaan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol.
PENGARUH FOOT HYDROTHERAPHY DENGAN JAHE MERAH (Zingiber Officanale Var Rubrum) TERHADAP ANKLE BRACHIAL INDEX (ABI) PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ARUT SELATAN KOTAWARINGIN BARAT KALIMANTAN TENGAH Anindy Ismaraya; Eko Budi Laksono; Yayat Supriyatna
Journal Integrative and Holistic Health Studies Vol. 1 No. 2 (2026): Journal Integrative and Holistic Health Studies
Publisher : Punar Svasthya Krista

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66188/jihhs.v1i2.13

Abstract

Kejadian Diabetic Foot Ulcer (DFU) saat ini masih cukup tinggi dan dialami oleh 85% pasien dengan diabetes melitus (DM). Sirkulasi yang buruk pada ekstremitas bawah menjadi penyebab timbulnya luka diabetik pada kaki pasien  yang mengakibatkan amputasi. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat diberikan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut adalah foot hydrotheraphy dengan jahe merah (Zingiber Officanale Var Rubrum) yang dapat memberikan efek vasodilatasi sehingga dapat memperbaiki sirkulasi perifer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Foot Hydrotherapy Dengan Jahe Merah (Zingiber Officanale Var Rubrum) Terhadap Ankle Brachial Index (ABI) Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di Wilayah Kerja Puskesmas Arut Selatan Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan desain Quasy Experiment dengan pendekatan one group pretest and posttest. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling berjumlah 30 responden, dengan mengkaji nilai ABI sebelum diberikan intervensi, kemudian memberikan intervensi Foot Hydrotherapy dengan Jahe Merah (Zingiber Officanale Var Rubrum) selama 3 hari, dan mengkaji nilai ABI setelah diberikan intervensi. Hasil penelitian menunjukan hampir seluruh responden sebelum dilakukan Foot Hydrotherapy dengan Jahe Merah (Zingiber Officanale Var Rubrum). mengalami PAD Ringan yaitu sebanyak 27 responden (90%), sedangkan hasil setelah diberikan Foot Hydrotherapy dengan Jahe Merah (Zingiber Officanale Var Rubrum) hampir seluruh responden masuk dalam kategori normal yaitu sebanyak 27 responden (90%), sementara 3 responden lainnya mengalami PAD Ringan (10%). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Ada Pengaruh Foot Hydrotherapy Dengan Jahe Merah (Zingiber Officanale Var Rubrum) Terhadap Ankle Brachial Index (ABI) Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di Wilayah Kerja Puskesmas Arut Selatan Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah.