Diana Pefbrianti
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Intan Martaputa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

POLA MAKAN MEDITERANIA PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PANTI PERLINDUNGAN DAN REHABILITASI SOSIAL LANJUT USIA (PPRSLU) BUDI SEJAHTERA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Diana Pefbrianti; Nova Aisyah
Journal Integrative and Holistic Health Studies Vol. 1 No. 2 (2026): Journal Integrative and Holistic Health Studies
Publisher : Punar Svasthya Krista

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66188/jihhs.v1i2.22

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang umum terjadi pada lansia dan menjadi faktor risiko utama terhadap berbagai penyakit serius, seperti penyakit kardiovaskular, stroke, serta gagal ginjal. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang efektif dalam menurunkan tekanan darah adalah melalui pola makan sehat, seperti diet Mediterania. Diet ini menekankan konsumsi tinggi buah, sayur, biji-bijian, ikan, dan konsumsi minyak zaitun atau minyak kelapa sebagai penggantinya, yang secara ilmiah telah terbukti memberikan manfaat kardiovaskular. Tetapi, penerapan pola makan ini pada lansia di PPRSLU masih belum banyak diteliti, sehingga efektivitasnya dalam konteks lokal belum diketahui secara menyeluruh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menggambarkan pola makan Mediterania pada lansia penderita hipertensi di PPRSLU. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik total sampling terhadap 34 lansia penderita hipertensi di PPRSLU. Data dikumpulkan melalui kuesioner Mediterranean Diet Score (MDS) dan dianalisis secara deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia memiliki pola makan yang belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip diet Mediterania. Faktor usia dan pendidikan turut mempengaruhi tingkat kepatuhan terhadap pola makan ini. Lansia dengan pendidikan lebih tinggi cenderung memiliki pola konsumsi yang lebih sehat. Rendahnya konsumsi buah, sayur, dan ikan menjadi kendala utama dalam pencapaian skor MDS optimal, disebabkan keterbatasan akses bahan makanan khas Mediterania serta preferensi makanan lokal. Adaptasi pola makan Mediterania dengan bahan pangan lokal menjadi penting untuk mendukung penerapannya. Kesimpulan: Sebagian besar lansia penderita hipertensi di PPRSLU Banjarbaru belum memenuhi kriteria pola makan Mediterania secara optimal. Diperlukan edukasi berkelanjutan dan pendekatan berbasis budaya lokal untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pola makan sehat.