Partono Partono
Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Smaratungga

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Etika Buddhis Dalam Membentuk Karakter Generasi Muda: A Systelmatilc Liltelraturel Relvilelw (SLR) Munisah Munisah; Lauren N; Partono Partono
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5188

Abstract

Etika Buddhis memainkan peran penting dalam membentuk karakter generasi muda melalui penerapan prinsip-prinsip moral, lima Sila dan praktik meditasi kesadaran, yang membantu mengembangkan sikap empati, tanggung jawab sosial, dan ketahanan emosional. Dengan mengintegrasikan ajaran Buddha ke dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari, generasi muda dapat menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara akademis, namun juga memiliki karakter yang kuat dan beretika, serta mampu berkontribusi dalam terciptanya masyarakat yang harmonis dan saling menghormati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etika Buddhis dalam membentuk karakter generasi muda, data diperoleh dari jurnal terkait pada tahun 2019–2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Systematic Literature Review (SLR). Metode SLR digunakan untuk mengidentifikasi, meninjau, mengevaluasi, dan menafsirkan semua penelitian yang tersedia pada suatu topik bidang minat, dengan pertanyaan penelitian spesifik yang relevan. Dengan menggunakan metode SLR, dapat dilakukan review sistematis dan identifikasi jurnal, yang setiap prosesnya mengikuti langkah atau protokol yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan etika Buddhis dalam pendidikan karakter generasi muda dapat meningkatkan kesadaran moral dan perilaku etis, serta membantu mereka mengembangkan sikap empati dan tanggung jawab sosial yang lebih baik dalam pergaulan sehari-hari.
Menghadapi Penderitaan dengan Kebijaksanaan dalam Ajaran Buddhis Yanti Yanti; Putriana Putriana; Partono Partono
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5228

Abstract

Penderitaan (dukkha) yang mendasar dalam ajaran Buddha yang mencakup semua bentuk ketidakpuasan dan kesulitan dalam hidup manusia. Dalam ajaran Buddha, penderitaan bukan hanya dilihat sebagai hal yang harus dihindari, tetapi juga sebagai jalan pembelajaran yang dapat membawa individu menuju kebebasan dan pencerahan. Ajaran Buddha mengajarkan bahwa kebijaksanaan (prajña) adalah kunci untuk mengatasi penderitaan dengan memahami hakikat ketidakkekalan, penderitaan itu sendiri dan ketidakadaan diri. Penelitian ini membahas bagaimana ajaran Buddha mengarahkan umatnya untuk menghadapi penderitaan dengan kebijaksanaan, serta bagaimana penerapan ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari dapat mengurangi penderitaan dan membawa kedamaian batin yang datanya dari jurnal yang terkait pada tahun 2019 ke 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini Metode Systematic Literature revive (SRL). metode SRL di gunakan untuk SRL ini bertujuan untuk menggali secara lebih mendalam konsep-konsep utama dalam ajaran Buddha yang berkaitan dengan penderitaan dan bagaimana kebijaksanaan dapat digunakan untuk menghadapinya. Penderitaan (dukkha) merupakan salah satu topik utama dalam ajaran Buddha, dan berbagai literatur menunjukkan bahwa penderitaan berasal dari ketidakpahaman terhadap sifat dasar kehidupan dan keterikatan pada hal-hal duniawi.