Afrina Yurniarlis
Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Penanganan Bagasi Hilang oleh Petugas Unit Lost and Found pada PT Global Sky Aviasi di Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman Ende Afrina Yurniarlis; Yulia Aji Puspitasari
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5443

Abstract

Bagasi penumpang merupakan harta benda berharga atau barang-barang pribadi milik penumpang yang di izinkan oleh maskapai penerbangan untuk diangkut ke dalam pesawat dan merupakan kebutuhan penumpang selama melakukan perjalanan dengan transportasi udara. Unit lost and found di PT Global Sky Aviasi adalah unit khusus dalam penanganan bagasi dari kegiatan loading and loading sampai penyerahan bagasi kepada penumpang. Fokus penanganan unit lost and found ini ketika penumpang mendapat masalah seperti bagasi hilang, rusak, tertukar dan tertinggal. Apabila terjadi hal tersebut, maka penumpang dapat membuat laporan kepada unit lost and found. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana prosedur penanganan bagasi hilang oleh unit lost and found PT Global Sky Aviasi, kendala yang dihadapi petugas serta upaya yang dilakukan untuk meningkatkan efektivitas layanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer yaitu pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dilapangan, sedangkan data sekunder yaitu sumber data yang tidak langsung seperti foto-foto, dokumen, benda-benda dan lain sejenisnya. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa prosedur penanganan bagasi hilang oleh unit lost and found PT. Global Sky Aviasi di Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman Ende telah mengikuti Standard Operating Procedure (SOP) perusahaan, namun belum terlaksana secara efektif karena masih terjadi penyimpangan bagasi penumpang. Proses penanganan bagasi hilang ini mencakup penerimaan laporan, pengisian dokumen PIR, pencarian bagasi melalui sistem pelacakan dan pemberian kompensasi sesuai ketentuan. Kendalanya bahwa masih perlunya peningkatan kompetensi SDM, keterbatasan fasilitas dan sistem pelacakan serta interaksi dengan penumpang oleh petugas lost and found. Upaya yang dilakukan yaitu kerja sama dengan maskapai Wings Air di berbagai cabang bandara dan juga bekerja sama dengan Operasional Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman Ende. Kemudian meningkatkan efisiensi dalam menangani bagasi hilang melalui perbaikan sistem pelacakan, peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan rutin. Selain itu, penerapan prosedur penanganan yang lebih ketat, edukasi kepada penumpang serta peningkatan fasilitas di unit lost and found untuk mendukung efektivitas layanan.