Yosi Parma
Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Judi Online dan Kaum Perempuan Antara Daya Tawar Al-Quran dan Periklanan Yosi Parma
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5362

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membahas judi online perspektif Al-Quran dan perempuan. Penelitian pada artikel ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan studi literatur sebagai cara untuk memperoleh data, di mana peneliti akan menyajikan data dalam bentuk deskriptif. Kesimpulan penelitian ini bahwa judi merupakan suatu permainan yang memasang taruhan atau uang tertentu sesuai dengan suatu kontrak, baik dalam jumlah besar maupun kecil. Judi online adalah suatu bentuk permainan judi yang dimainkan secara online dengan menggunakan handphone maupun gadget lainnya serta diakses melalui penggunaan jaringan internet. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 2 tipe kaum perempuan yang terkait dengan Judi Online, antara lain: a) kaum perempuan sebagai bandar Judi Online; b) kaum perempuan sebagai iklan Judi Online. Dalam perspektif Teori Ekonomi Perilaku (Behavioral Economics), perempuan, dalam konteks ini, mungkin lebih rentan terhadap godaan judi online karena faktor-faktor seperti stres, kebutuhan sosial, atau pencarian pelarian dari masalah pribadi. Relevansi dengan Al-Qur'an, di mana Al-Qur'an mengajarkan untuk menjauhi hal-hal yang dapat merusak akal dan moralitas, termasuk judi. Dalam perspektif Teori Keadilan Sosial (Social Justice Theory), dalam konteks judi online, perempuan harus diberikan akses yang setara dalam perlindungan hukum dan sosial, serta upaya pemberdayaan agar mereka tidak terjerat dalam praktik judi yang merugikan. Relevansi dengan Al- Qur'an: Dalam Islam, terdapat ajaran yang mendalam tentang keadilan sosial, terutama mengenai hak-hak perempuan dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Relevansi dengan Perundang-undangan Positif: Negara harus menjamin perlindungan yang setara bagi perempuan dari dampak sosial negatif yang timbul akibat judi online.