Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Cash Management System Bank Jateng Pada Bendahara Pengeluaran Kecamatan Tahun 2025 Studi Kasus Di: Pemerintah Kabupaten Wonogiri Belinda Puspa Arum; Susilaningtyas Budiana Kurniawati; Supartini Supartini
Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2026): Mei : Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/jupea.v6i2.6795

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi (CMS) Bank Jateng pada bendahara pengeluaran kecamatan di Kabupaten Wonogiri tahun 2025, dengan menyoroti peran literasi keuangan digital sebagai faktor penentu keberhasilan adopsi teknologi keuangan di wilayah pedesaan. Latar belakang penelitian didasari pada upaya pemerintah daerah untuk mendorong transaksi nontunai guna meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan, namun masih dihadapkan pada tantangan literasi digital di kalangan bendahara kecamatan. Tujuan penelitian adalah menganalisis proses implementasi CMS, tingkat pemanfaatan fitur, serta pengaruh literasi keuangan digital terhadap adopsi teknologi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan 10 informan (bendahara kecamatan, pegawai Bank Jateng, dan BPKD), observasi langsung, serta analisis dokumen. Data diolah secara tematik menggunakan perangkat lunak NVivo untuk menghasilkan visualisasi seperti word cloud, hierarchy chart, dan project map. Temuan menunjukkan bahwa implementasi CMS berlangsung secara progresif dengan pemanfaatan optimal fitur dasar seperti pemantauan saldo real-time, transfer antar rekening, dan pembayaran nontunai, namun optimalisasi fitur lanjutan hanya mencapai 45–50% karena ketergantungan pada transaksi manual dan resistensi rekanan pihak ketiga. Persepsi bendahara terhadap literasi keuangan digital relatif positif, terutama dalam aspek keamanan sistem (skor 5/5) berkat OTP, token, dan mekanisme persetujuan berlapis, meskipun dipengaruhi oleh usia senior (>45 tahun) dan latar belakang nonteknologi. Faktor pendukung utama meliputi kemudahan fitur, keamanan terjamin, sikap adaptif bendahara, sosialisasi serta pelatihan rutin, dan regulasi yang mengikat. Sebaliknya, penghambat dominan adalah gangguan teknis aplikasi, jaringan internet tidak stabil, keterbatasan sumber daya manusia, serta kendala geografis. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya penguatan literasi keuangan digital melalui pelatihan berkelanjutan dan perbaikan infrastruktur agar implementasi CMS dapat optimal di tingkat kecamatan pedesaan.