Pendahuluan: Skizofrenia adalah gangguan jiwa kronis yang memerlukan perawatan jangka panjang, di mana keluarga berperan sebagai sistem pendukung utama di rumah. Tingginya risiko kekambuhan dan ketidakpatuhan terhadap pengobatan menjadikan dukungan keluarga sebagai faktor penting dalam menentukan kualitas perawatan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat dukungan keluarga dengan perilaku perawatan pasien skizofrenia di rumah di wilayah kerja Puskesmas Warureja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 40 responden yang dipilih dengan teknik total sampling, dengan kriteria inklusi yaitu keluarga yang tinggal serumah dengan pasien skizofrenia. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Warureja, Kabupaten Tegal, pada bulan Januari–Februari 2026. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang menggunakan skala Likert. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara tingkat dukungan keluarga dengan perilaku perawatan pasien skizofrenia di rumah, dengan nilai koefisien korelasi (Spearman’s rho) sebesar 0,426 dan nilai signifikansi (p-value) 0,001. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan perilaku perawatan pasien skizofrenia di rumah. Dukungan keluarga yang baik dapat meningkatkan kualitas perawatan dan membantu proses kesembuhan pasien, serta mencegah kekambuhan. Saran: Disarankan agar keluarga memberikan dukungan yang maksimal dan melakukan perawatan yang optimal untuk pasien skizofrenia, guna meningkatkan kualitas pemulihan dan mengurangi risiko kekambuhan.