Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEMAMPUAN GURU DALAM PENYUSUNAN BAHAN AJAR MELALUI TEKNIK PENDAMPINGAN KELOMPOK PADA KKG Rochman
E-Jurnal Kajen Vol 2 No 01 (2018): Jurnal Penelitian Pengembangan dan Pembangunan Vol 02 No 01 (2018)
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv02i01.3

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mempersiapkan bantuan TIK materi pengajaran. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus, dengan melakukan supervisi kelompok teknik dengan subjek penelitian guru kelas satu ke VI yang tergabung dalam KKG (Guru Kelompok Kerja) regional dibantu I UPT Dindikbud Doro. Teknik validasi data menggunakan Teknik triangulasi, semua data yang masuk dipisahkan dan dianalisis menggunakan komparatif deskriptif. Hasil siklus I keberhasilan kelompok mencapai 68,51%, hasil pengamatan aktivitas guru dalam melakukan kerja kelompok mencapai 79,41% aktif, sedangkan keberhasilan individu mencapai 68,29%. Tindakan siklus pertama dianalisis untuk perbaikan pada siklus II, agar lebih efektif dalam membina guru untuk mengembangkan bahan ajar yang dibantu TIK. Hasil siklus II mengalami peningkatan 25,93% dalam kelompok, aktivitas guru sebesar 13,00%, dan pengembalian individu dari 21,95%. Hasil siklus II pada keberhasilan kelompok mencapai 94,44%, hasilnyapengamatan aktivitas guru mencapai 92,41% (kategori baik) dan keberhasilan individu mencapai 90,24%. Kesimpulan bahwa menggunakan bantuan kelompok dapat meningkatkan kemampuan guru untuk mengembangkan bahan ajar berbantuan TIK tentang KKG di Dindikbud I dibantu UPT daerah Doro
Tinjauan Kriminologi Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan Diwilayah Hukum Polres Kepahiang: Studi Kasus Duel Maut Di Pasar Kepahiang Tahun 2025 Mhemes Tia Bella; Rochman; Addy Candra
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5184

Abstract

Pembunuhan merupakan salah satu tindak pidana berat yang diatur dalam Pasal 459 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023, yaitu tindakan dengan sengaja dan denganĀ  rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain. Salah satu kasus pembunuhan yang terjadi di wilayah hukum Polres Kepahiang adalah peristiwa duel maut di Terminal Pasar Kepahiang pada tanggal 27 Maret 2025, yang melibatkan pelaku bernama Reki Ternando dan korban bernama Riduan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia. Kasus ini dipicu oleh konflik personal yang bersifat emosional danĀ  relasional akibat persoalan asmara, yang menunjukkan bahwa faktor psikologis dan ketimpanganĀ  relasi sosial berperan penting dalam terjadinya tindak pidana tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tinjauan kriminologi terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan di wilayah hukum Polres Kepahiang serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat aparat kepolisian dalam menangani tindak pidana pembunuhan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris (socio-legal) dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan Kapolres Kepahiang, dua anggota Satreskrim, dan dua orang saksi kejadian, serta didukung oleh data sekunder berupa berkas perkara resmi Polres Kepahiang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kriminologis, tindak pidana pembunuhan ini dilatarbelakangi oleh faktor konflik emosional akibat persoalan asmara, lemahnya pengendalian diri pelaku, serta kebiasaan membawa senjata tajam dalam kehidupan sehari-hari. Adapun faktor-faktor yang menghambat penanganan kasus ini meliputi minimnya saksi yang bersedia memberikan keterangan, keterbatasan personil kepolisian di lapangan, tidak tersedianya kamera CCTV di lokasi kejadian, rendahnya kesadaran hukum masyarakat, serta keterbatasan koordinasi lintas wilayah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tindak pidana pembunuhan di wilayah hukum Polres Kepahiang bersifat multifaktorial dan aparat Polres Kepahiang masih menghadapi sejumlah hambatan dalam penanganannya, sehingga diperlukan upaya yang lebih komprehensif dalam pencegahan dan penanggulangan tindak pidana pembunuhan