This Author published in this journals
All Journal Kajen
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMANFAATAN GULMA ECENG GONDOK SEBAGAI ZAT PEWARNA ALAMI PADA PROSES PENCELUPAN KAIN KATUN PRIMISSIMA Ema Mahfudloh; Diah Ayu Islamiati
E-Jurnal Kajen Vol 2 No 01 (2018): Jurnal Penelitian Pengembangan dan Pembangunan Vol 02 No 01 (2018)
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv02i01.5

Abstract

Eceng gondok dapat dijadikan zat warna alam karena mengandung senyawa tanin yang memberikan warna cokelat pada pencelupan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memanfaatkan daun eceng gondok sebagai zat warna alam pengganti zat warna sintetis untuk kain katun primissima dan untuk mengetahui pengaruh lama pencelupan kain katun dengan ekstrak eceng gondok, jenis fiksator dan variasi kadar fiksatornya terhadap warna yang dihasilkan dan ketahanan luntur warna pada gosokan, pencucian, dan keringat. Variasi lama pencelupan yang digunakan adalah (30, 60, 90, 120 dan 150) menit. Jenis fiksator yang digunakan adalah kapur, tunjung dan tawas. Variasi kadar fiksator yang digunakan adalah (25, 50, 75 dan 100) g/L. Kain hasil pencelupan dievaluasi sifat ketahanan luntur warnanya terhadap gosokan, pencucian, dan keringat. Hasil dari penelitian yang dilakukan yaitu dapat diketahui bahwa lama pencelupan yang berbeda menghasilkan ketuaan warna yang berbeda. Semakin lama waktu pencelupan, semakin tua warna yang dihasilkan. Lama pencelupan tidakberpengaruh secara siginifikan pada ketahanan luntur warna terhadap gosokan, pencucian, dan keringat, serta jenis fiksator yang berbeda menghasilkan warna yang berbeda. Kain hasil pencelupan bewarna cokelat muda setelah difiksasi menggunakan kapur kain berwarna cokelat lebih tua, sedangkan dengan fiksator tunjung kain berwarna cokelat kehijauan, dan dengan fiksator tawas kain berwarna krem kecoklatan. Nilai rata-rata tahan luntur warnaterhadap gosokan dilihat dari variasi jenis fiksatornya, yang paling baik adalah tawas sedangkan terhadap pencucian dan keringat tidak berpengaruh. Variasi kadar fiksator tidak berpengaruh secara siginifikan pada warna yang dihasilkan dan ketahanan luntur warna terhadap gosokan, pencucian, dan keringat.