Salah satu masalah psikososial yang dapat terjadi pada tahanan di Rutan adalah kecemasan. Banyaknya tahanan yang mengalami kecemasan tentang berapa lama mereka akan dipenjara, apa yang akan terjadi pada kehidupan mereka setelah dibebaskan, dan bagaimana mereka akan kembali ke masyarakat. Salah satu cara yang dapat mengurangi kecemasan pada narapidana adalah dukungan sosial Dukungan sosial yang diperlukan yaitu dukungan yang diterima dapat membantu warga binaan pemasyarakatan merasa tenang, diperhatikan, dicintai dan menimbulkan rasa percaya diri. warga binaan juga membutuhkan dukungan sosial dari teman satu rutannya dan membutuhkan nasehat untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi.metode pendekatan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Teknik sampel yang digunakan total sampling. Sampel pada penelitian ini adalah Tahanan di Rutan Kelas 2A Kota Pekalongan sebanyak 121 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner kecemasan Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS) dan Multidimensional perceived social support (MPSS).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 20 orang mengalami kecemasan ringan ( 16,5% ), sebanyak 39 orang mengalami kecemasan sedang ( 32,2% ), dan sebanyak 62 orang mengalami kecemasan berat ( 51,2% ). Dan Rata-rata skor dukungan sosial adalah 64,63 dengan jumlah skor minimal 21 dan maksimal 84.Penelitian ini menunjukkan mayoritas tingkat kecemasan adalah tingkat kecemasan berat sebesar 51,2% atau 62 orang. Dan dukungan sosial menunjukkan rata-rata dukungan sosial dengan skor 64,63. Dengan minimum 21 dan maximum 84, saran diharapkan penelitian ini dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya dengan menggunakan variabel dan desain penelitian yang berbeda sehingga dapat menambah pengalaman dan pengetahuan.