Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran guru sebagai teladan dalam pembelajaran Akidah Akhlak guna membentuk karakter religius peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Guru Akidah Akhlak sebagai teladan dalam pembelajaran di MTs Ma’arif NU 1 Ajibarang Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket sedangkan analisis data menggunakan model reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sebagai teknik keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Guru Akidah Akhlak sebagai teladan terwujud secara nyata dan konsisten melalui empat bentuk keteladanan, yaitu: (1) keteladanan moral-pribadi yang tercermin dalam sikap jujur, integritas, tanggung jawab, dan konsistensi antara ucapan dan tindakan (2) keteladanan spiritual melalui pembiasaan ibadah, doa, sikap sabar, pemaaf, dan tawakal (3) keteladanan pedagogis yang tampak pada profesionalitas, metode pembelajaran variatif, serta penilaian yang adil; dan (4) keteladanan sosial berupa Kedisiplinan, empati, komunikasi santun, serta kemampuan menyelesaikan konflik secara bijaksana. Persepsi siswa menunjukkan bahwa guru Akidah Akhlak dipandang sebagai sosok yang memiliki sikap dan perilaku yang layak dijadikan teladan dalam pembelajaran. Hal ini didukung oleh hasil wawancara, observasi, serta angket yang menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap keteladanan guru berada pada kategori baik hingga sangat baik pada berbagai aspek, seperti keteladanan dalam berbicara, berpakaian, makan, minum, bertanya, dan berjalan. Temuan ini sejalan dengan teori belajar sosial Albert Bandura yang menjelaskan bahwa individu dapat mempelajari perilaku melalui proses pengamatan terhadap model yang memiliki otoritas dan konsistensi dalam perilakunya. Dengan demikian, keteladanan guru Akidah Akhlak di MTs Ma’arif NU 1 Ajibarang menjadi fondasi penting dalam proses internalisasi nilai-nilai Akidah Akhlak serta pembentukan karakter religius dan akhlakul karimah peserta didik.