Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

S Strategi Pencegahan KDRT Di KEP Bangun Tani Asih (Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kalurahan Bangunjiwo) Niken Wahyuning
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 8 No 1 (2026): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v8i1.1754

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan permasalahan sosial yang kompleks, khususnya di masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Faktor ketimpangan ekonomi dan ketergantungan finansial, terutama pada perempuan, sering menjadi pemicu terjadinya kekerasan. Data di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan bahwa kasus KDRT masih tinggi, dengan mayoritas korban adalah perempuan. Upaya penanganan yang hanya mengandalkan pendekatan hukum belum cukup efektif tanpa disertai strategi yang menyentuh akar permasalahan, yaitu ketahanan ekonomi keluarga. Tulisan ini membahas program Membangun Komunitas Peduli sebagai strategi berbasis komunitas dalam pencegahan dan penanggulangan KDRT melalui pemberdayaan ekonomi dan edukasi sosial. KEP Bangun Tani Asih, sebagai komunitas berbasis pertanian, memiliki potensi untuk dikembangkan dalam memperkuat ketahanan sosial-ekonomi keluarga sekaligus menekan angka KDRT. Program pengabdian masyarakat ini mengedepankan  pendekatan  partisipatif,  edukatif,  dan  produktif melalui  sinergi  antara  pemberdayaan ekonomi, pendampingan korban, serta peningkatan kesadaran masyarakat. Dukungan pemerintah kalurahan turut memperkuat keberlanjutan program, sehingga diharapkan terbentuk komunitas peduli yang mampu menciptakan keluarga mandiri, setara, dan bebas dari kekerasan. Dengan demikian, program ini diharapkan memberi kontribusi nyata bagi ketahanan sosial dan nasional melalui penciptaan lingkungan masyarakat yang  aman,  adil,  dan  harmonis.Penelitian  ini  bertujuan  untuk  merancang  dan  mengimplementasikan program  berbasis  komunitas yang melibatkan berbagai  elemen  masyarakat, seperti tokoh masyarakat, lembaga sosial, serta aparat penegak hukum. Metode yang digunakan mencakup edukasi, pendampingan korban, serta penyediaan layanan pengaduan dan rehabilitasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam program ini dapat meningkatkan kesadaran, mencegah terjadinya KDRT, serta memberikan perlindungan lebih efektif bagi korban. Dengan demikian, pendekatan berbasis komunitas menjadi strategi yang efektif dalam menangani dan mencegah KDRT, menciptakan lingkungan yang lebih aman dan harmonis.