Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan utama untuk mengevaluasi implikasi dari inovasi produk, jaringan kolaboratif, aksesibilitas modal, serta orientasi kewirausahaan terhadap capaian kinerja Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Lokus penelitian difokuskan secara spesifik pada sektor Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berdomisili di wilayah administratif Kecamatan Jebres, Kota Surakarta.Secara metodologis, studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif melalui metode survei. Menggunakan teknik Cluster Random Sampling, penelitian ini melibatkan 121 responden yang merepresentasikan populasi PKL di wilayah tersebut, terdiri atas 77 pelaku usaha kuliner makanan dan 44 pelaku usaha minuman. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner dengan skala Likert 1-5, di mana data yang diperoleh kemudian diuji melalui serangkaian prosedur statistik, meliputi uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, pengujian hipotesis (uji t dan uji F), serta analisis koefisien determinasi (R2).Temuan empiris mengonfirmasi bahwa secara parsial, variabel inovasi produk, kolaborasi jaringan, akses permodalan, dan orientasi kewirausahaan memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap peningkatan kinerja UMKM. Secara simultan, integrasi keempat variabel independen tersebut menunjukkan pengaruh signifikan dengan nilai F-hitung mencapai 77,910. Lebih lanjut, nilai Adjusted R Square sebesar 0,719 mengindikasikan bahwa model penelitian ini mampu merepresentasikan 71,9% variasi kinerja UMKM, sedangkan 28,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor eksternal lainnya seperti struktur modal, perilaku serta literasi keuangan, kompetensi sumber daya manusia, maupun efektivitas penggunaan media sosial.