Penelitian ini bertujuan untuk menelaah penggunaan Kahoot! dalam pembelajaran melalui perspektif psikologi kependidikan yang meliputi behaviorisme, kognitivisme, dan humanistik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan subjek 36 siswa kelas XI.F2 di SMAN 3 Muaro Jambi yang telah mengikuti pembelajaran berbasis Kahoot!. Data dikumpulkan melalui angket esai terbuka yang dianalisis melalui proses kategorisasi dan disajikan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kahoot! memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran. Seluruh siswa menyatakan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, meningkatkan motivasi belajar, serta menciptakan suasana kelas yang lebih aktif. Dari perspektif behaviorisme, sistem poin, peringkat, batas waktu, dan umpan balik langsung 2berperan sebagai stimulus dan penguatan yang mendorong perubahan perilaku belajar menjadi lebih aktif dan berani berpartisipasi. Dari sudut pandang kognitivisme, penyajian pertanyaan yang terstruktur, dukungan visual dan audio, serta pembahasan setelah kuis membantu siswa mengorganisasi informasi dan memperkuat pemahaman konsep. Sementara itu, dalam pendekatan humanistik, penggunaan Kahoot! meningkatkan minat belajar, keterlibatan emosional, serta pengalaman belajar yang lebih bermakna. Meskipun terdapat kendala teknis seperti keterbatasan jaringan dan waktu menjawab, secara umum Kahoot! tidak hanya berfungsi sebagai media evaluasi, tetapi juga sebagai strategi pembelajaran yang memiliki dasar psikologis dan berkontribusi terhadap perilaku, pemahaman, serta pengalaman belajar siswa secara terpadu.