Ruang terbuka publik (RTP), termasuk Embung C di Institut Teknologi Sumatera (ITERA), memainkan peran penting dalam menciptakan kenyamanan termal bagi pengguna. Kenyamanan termal merupakan aspek vital dalam pengalaman pengguna ruang terbuka, terutama di lingkungan kampus yang menjadi pusat aktivitas akademik, sosial, dan rekreatif. Pengalaman termal ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti suhu, kelembaban, ventilasi, vegetasi, dan desain arsitektur. Embung C memiliki potensi untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan dan kesejukan bagi pengunjung kampus. Namun, pemahaman tentang persepsi terhadap kenyamanan termal di Embung C perlu ditingkatkan melalui penelitian lebih lanjut untuk memberikan wawasan yang lebih mendalam dalam perencanaan dan pengembangan ruang terbuka publik di kampus. Penelitian ini juga dapat memberikan rekomendasi untuk peningkatan fungsi dan kenyamanan Embung C yang dapat memberikan manfaat ekologis dan sosial bagi pengguna. Embung C ITERA dipilih karena sebagai lokasi di tengah gedung C dan D ITERA serta banyak interaksi civitas akademika, sehingga mendorong interaksi sosial. Penelitian menggunakan metode kombinasi kuantitatif dan kualitatif serta analisis data dengan skala Likert dan content analysis. Proses pengumpulan data melibatkan berbagai metode, termasuk observasi, wawancara, dan studi pustaka. Profil pengunjung Embung C ITERA didominasi mahasiswa ITERA, usia mayoritas 18-22 tahun. Persepsi pengunjung terhadap kenyamanan termal Embung C positif. Mayoritas merasa nyaman dan embung dianggap cukup sejuk. Vegetasi dianggap mempengaruhi kenyamanan termal.