Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN RESPONS STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG TERHADAP GEMPA PASCA PERUBAHAN BENTUK PENAMPANG KOLOM Bilqis, Najwa Nabila; Cahyani, Kharisma Nur
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.8764

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan gempa karena terletak di wilayah cincin api. Kondisi ini menuntut bangunan dirancang dengan struktur yang mampu menahan gaya lateral. Kolom merupakan salah satu elemen struktural utama dalam menahan gaya lateral. Penampang kolom dapat berbentuk persegi panjang, persegi, atau bulat. Penelitian sebelumnya telah membahas performa bentuk kolom, namun sebagian besar terbatas pada evaluasi gaya dalam. Penelitian ini bertujuan membandingkan respons struktur dengan variasi bentuk penampang kolom berdasarkan parameter jumlah ragam, simpangan antar tingkat, dan diagram interaksi kolom menggunakan bantuan perangkat lunak analisis struktur. Ketiga model struktur memiliki dimensi, material, dan pembebanan yang sama, perbedaannya hanya pada bentuk penampang kolom. Hasil jumlah ragam ke-6 menunjukkan bahwa kolom persegi panjang memiliki periode terpendek pada arah X sebesar 0,58 detik dan terpanjang pada arah Y sebesar 0,62 detik. Kolom persegi memiliki periode 0,6 detik pada kedua arah, sedangkan kolom bulat menunjukkan periode 0,6 detik pada arah X dan 0,61 detik pada arah Y. Berdasarkan simpangan antar tingkat, kolom persegi panjang mengalami simpangan terkecil pada arah X sebesar 18,011 mm dan terbesar pada arah Y sebesar 20,519 mm. Kolom persegi menunjukkan simpangan terkecil di kedua arah, yaitu 19,111 mm (X) dan 19,356 mm (Y), sementara kolom bulat memiliki simpangan 19,425 mm (X) dan 19,672 mm (Y), yang semuanya masih di bawah batas izin. Diagram interaksi optimal ditunjukkan oleh kolom persegi panjang dengan Pn 4255,3 kN dan Mn 1546,5 kNm, diikuti kolom persegi (4000 kN; 1427,59 kNm) dan kolom bulat (3629,6 kN; 1316,6 kNm). Dari segi biaya, kolom persegi paling ekonomis sebesar Rp21.389.990.737,16, diikuti kolom persegi panjang Rp21.397.826.950,82 dan kolom bulat Rp21.420.129.799,49. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kolom persegi memberikan respons gempa dan efisiensi biaya terbaik, sementara kolom persegi panjang unggul dalam menahan kombinasi beban aksial dan momen.