Abstract: Inclusive education at MTsN 5 Kerinci faces challenges similar to those found in many schools in Indonesia. This study aims to identify the challenges faced by teachers and parents in supporting inclusive education, with a focus on communication and collaboration. The method used in this study is a qualitative approach with data collection through interviews with teachers, parents and school officials, as well as observation and document analysis. The results showed that the main challenges faced were teachers' lack of understanding and skills in dealing with children with special needs, limited teacher training and a lack of learning resources. On the parents' side, they often feel they lack knowledge on how to support their child and communication between teachers and parents is often ineffective. Effective communication between teachers and parents is essential to creating a supportive learning environment for children with disabilities, which includes information sharing, empathy and the use of technology. Successful inclusive education requires collaboration between government, schools and communities to improve teacher training, improve communication between parents and teachers and provide the necessary facilities. Keywords: inclusive education, teachers, parents, communication Abstrak: Pendidikan inklusif di MTsN 5 Kerinci menghadapi berbagai tantangan yang serupa dengan yang ditemukan di banyak sekolah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh guru dan orang tua dalam mendukung pendidikan inklusif, dengan fokus pada komunikasi dan kolaborasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dengan guru, orang tua, dan pihak sekolah, serta observasi dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman dan keterampilan guru dalam menangani anak berkebutuhan khusus (ABK), terbatasnya pelatihan guru, dan kurangnya sumber daya pembelajaran. Di sisi orang tua, mereka sering kali merasa kurang pengetahuan tentang cara mendukung anak mereka, dan komunikasi antara guru dan orang tua sering kali tidak efektif. Komunikasi yang efektif antara guru dan orang tua sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung bagi ABK, yang mencakup keterbukaan informasi, empati, dan penggunaan teknologi. Untuk mencapai keberhasilan pendidikan inklusif, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam meningkatkan pelatihan guru, memperbaiki komunikasi antara orang tua dan guru, serta menyediakan sarana yang diperlukan. Kata Kunci: pendidikan inklusif, guru, orangtua, komunikasi