Krisis karakter yang terjadi pada generasi muda saat ini semakin memprihatinkan dan membutuhkan penanganan serius, karena berkaitan dengan aspek emosional, watak, dan mentalitas manusia. Kemajuan teknologi dan media sosial membawa pengaruh yang signifikan terhadap pola pikir dan perilaku remaja, sehingga nilai-nilai moral dan etika mulai terdegradasi. Dalam konteks pendidikan Buddhis, eksistensi Sekolah Minggu Buddha menjadi sangat penting sebagai wadah pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai luhur ajaran Buddha bagi generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi Sekolah Minggu Buddha dalam membangun pendidikan karakter generasi muda Buddhis di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala Sekolah Minggu Buddha, guru pembimbing, orang tua, dan peserta didik di Sekolah Minggu Buddha Vihara Maitreya Duta Palembang. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi Sekolah Minggu Buddha masih sangat relevan dan berperan penting dalam membangun karakter generasi muda Buddhis melalui penanaman nilai-nilai Metta (cinta kasih), Karuna (welas asih), Mudita (turut berbahagia), dan Upekkha (keseimbangan batin), pembiasaan praktik ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari, keteladanan guru, serta kerja sama antara pihak sekolah, keluarga, dan vihara. Penelitian ini menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Minggu Buddha merupakan instrumen pendidikan karakter yang efektif dan tetap diperlukan di tengah tantangan perkembangan zaman.