Pertumbuhan pesat aktivitas ekspor-impor di Indonesia telah meningkatkan kompleksitas operasional dalam sistem logistik berbasis pelabuhan. Platform pencocokan pengiriman digital, analitik prediktif, dan kolaborasi rantai pasok semakin banyak diadopsi untuk meningkatkan kualitas layanan; namun demikian, validasi empiris mengenai dampak terintegrasi ketiga kapabilitas tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung platform pencocokan pengiriman digital, analitik prediktif, dan kolaborasi rantai pasok terhadap kepuasan pelanggan, dengan kinerja transportasi sebagai variabel mediasi. Pendekatan kuantitatif melalui survei eksplanatori dilakukan terhadap perusahaan logistik yang mengoperasikan rute distribusi truk menuju pelabuhan di Indonesia. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform pencocokan pengiriman digital berpengaruh signifikan terhadap kinerja transportasi (β = 0,327; p < 0,001) dan kepuasan pelanggan (β = 0,217; p = 0,018). Analitik prediktif juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja transportasi (β = 0,236; p < 0,001) dan kepuasan pelanggan (β = 0,196; p = 0,033). Kolaborasi rantai pasok menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kinerja transportasi (β = 0,349) dan kepuasan pelanggan (β = 0,295). Kinerja transportasi terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan (β = 0,244). Analisis mediasi mengonfirmasi adanya efek mediasi parsial pada ketiga konstruk eksogen. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas operasional merupakan mekanisme utama yang mentransformasikan kapabilitas digital dan kolaboratif menjadi peningkatan kepuasan pelanggan dalam sektor logistik trucking di Indonesia.