Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI KINERJA FUNGSIONAL-TEKNOLOGIS ARSITEKTUR FASILITAS PRODUKSI VAKSIN: STUDI KASUS GEDUNG 37 BIO FARMA Sumirat, Achmad; Ilhamdaniah
Jurnal Desain dan Arsitektur Vol 7 No 1 (2026): DESA
Publisher : Prodi Arsitektur, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/desa.v7i1.18815

Abstract

Setelah pandemi COVID-19, fasilitas produksi vaksin menjadi sangat krusial dalam sistem kesehatan nasional. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan akan standar kebersihan tinggi, teknologi efisien, dan keamanan biologis yang ketat. Sayangnya, aspek kemanusiaan di ruang bersih sering kali luput dari perhatian selama proses perancangan, karena fokus utama lebih pada teknis. Kajian ini bertujuan menganalisis kualitas arsitektur Gedung 37 Bio Farma sebagai pabrik vaksin nasional. Analisis fokus pada keterkaitan antara fungsi, teknologi, dan sisi kemanusiaan. Metode yang dipakai adalah kritik arsitektur kualitatif dengan pendekatan deskriptif, normatif, dan interpretatif. Analisis deskriptif mengamati kondisi fisik bangunan, tata ruang, material, dan alur staf dan material produksi. Analisis normatif menilai kesesuaian dengan standar CPOB BPOM No. 34 Tahun 2018 dan GMP WHO serta prinsip Vitruvius (firmitas, utilitas, venustas). Analisis interpretatif menggali pengalaman kerja di ruang bersih, tekanan psikologis dan interaksi manusia dengan sistem produksi biofarmasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Gedung 37 secara umum telah memenuhi persyaratan fungsi dan regulasi teknis. Dalam sisi pengguna, terutama terkait kenyamanan, psikologis, kualitas ruang transisi, dan hubungan antara area kerja ruang produksi dengan tempat istirahat masih memiliki celah. Kajian ini menekankan perlunya perubahan paradigma desain untuk fasilitas produksi vaksin agar lebih seimbang antara produktivitas, keamanan biologis, dan kesejahteraan manusia.
KEBERADAAN ALUN-ALUN TERHADAP CITRA KOTA (STUDI KASUS: ALUN-ALUN KABUPATEN BANDUNG BARAT) Rizkiyah, Ninis Fuzi; Ilhamdaniah
Jurnal Desain dan Arsitektur Vol 7 No 1 (2026): DESA
Publisher : Prodi Arsitektur, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/desa.v7i1.19034

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran dan keberadaan Alun-Alun Kabupaten Bandung Barat terhadap citra kawasan kota berdasarkan teori The Image of the City oleh Kevin Lynch. Sebagai ruang publik utama, alun-alun berperan penting dalam membentuk identitas visual dan sosial kota, namun saat ini fungsinya cenderung menurun akibat lemahnya pengelolaan dan minimnya aktivitas publik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, studi literatur, serta metode kuantitatif dengan survei persepsi masyarakat menggunakan kuesioner skala Likert dan pertanyaan terbuka yang dianalisis dengan teknik word cloud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra ruang Alun-Alun Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori sedang hingga rendah, dengan elemen path dan landmark sebagai aspek paling lemah, sedangkan node menunjukkan potensi pengembangan aktivitas sosial. Masyarakat menilai kondisi fisik kawasan kurang terawat, panas dan minim fasilitas, serta menginginkan perbaikan kebersihan, penerangan dan penambahan kegiatan seni maupun kuliner. Kesimpulannya, Alun-Alun Kabupaten Bandung Barat belum berfungsi optimal sebagai ruang publik yang memperkuat citra kota, sehingga revitalisasi diperlukan melalui peningkatan kualitas fisik, aktivitas sosial dan penguatan identitas kawasan berbasis partisipasi masyarakat.