Hidayanti, Tia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Akademik Siswa dalam Pembelajaran IPA pada Kondisi Minim Literasi dan Sarana Belajar: Studi Kasus di Salah Satu MTs di Kepandean, Kabupaten Serang, Indonesia Hidayanti, Tia; Dzakira, Afza; Putrifia, Suci; Febrian, Andika
Jurnal Studi Kasus Kegiatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53889/jskkm.v4i1.772

Abstract

Pembelajaran IPA di tingkat madrasah sering menghadapi berbagai macam kendala. Masalah ini terutama muncul karena belum bisa menyesuaikan diri dengan kebutuhan belajar siswa yang sangat beragam. Situasi semacam itu memang memerlukan analisis kebutuhan akademik secara mendalam. Analisis tersebut bisa dijadikan dasar utama untuk membangun strategi pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan karakter siswa. Penelitian ini secara khusus menyoroti analisis kebutuhan akademik siswa di di Salah Satu MTs di Kepandean, Kabupaten Serang, Indonesia. Kondisi di sana mencakup tingkat literasi yang masih rendah dan sarana belajar yang sangat terbatas. Semua faktor itu dijadikan fondasi untuk merancang strategi pembelajaran IPA yang benar-benar sesuai dengan kenyataan di lapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, serta angket yang disebarkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses belajar mengajar masih terhambat oleh kemampuan literasi siswa yang rendah. Bahkan sebagian siswa belum mampu membaca dengan lancar sama sekali. Ketiadaan buku pegangan juga sangat membatasi peluang belajar mandiri mereka. Dari segi sarana, fasilitas belajar belum memadai untuk mendukung kebutuhan sehari-hari. Laboratorium komputer memang tersedia, tapi sebagian besar perangkatnya sudah rusak dan tidak bisa digunakan. Belum lagi adanya laboratorium sains yang seharusnya mendukung kegiatan praktikum. Selain itu, tingkat kedisiplinan siswa yang rendah juga memberikan dampak negatif yang signifikan. Kebiasaan bolos sekolah dan ketidakpatuhan terhadap aturan sekolah menjadi contoh nyata dari masalah itu. Dampaknya langsung terlihat pada hasil belajar siswa yang menurun. Temuan ini benar-benar menegaskan betapa pentingnya intervensi pembelajaran yang lebih adaptif. Intervensi tersebut harus difokuskan dengan tepat agar bisa memenuhi kebutuhan akademik siswa secara keseluruhan.