Membaca kritis merupakan keterampilan esensial dalam pendidikan tinggi yang menuntut mahasiswa tidak hanya memahami teks, tetapi juga mampu menganalisis, mengevaluasi, dan merefleksikan informasi secara mandiri. Dalam konteks ini, kemandirian belajar menjadi faktor penting yang mendorong inisiatif, tanggung jawab, serta kemampuan berpikir reflektif mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan Project-Based Learning (PjBL) berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam mata kuliah Critical Reading and Literacy, dengan fokus pada bentuk interaksi mahasiswa dengan AI serta persepsi mereka terhadap peran AI dalam membentuk kemandirian belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipan, wawancara mendalam, kuesioner, dan analisis dokumentasi. Data dianalisis secara tematik dan deskriptif untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL berbasis AI melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang sistematis mampu mendukung pengembangan keterampilan membaca kritis, literasi digital, dan kemandirian belajar mahasiswa, khususnya dalam aspek inisiatif belajar, pengelolaan waktu, dan refleksi diri. Pemanfaatan AI seperti ChatGPT membantu mahasiswa dalam pencarian informasi, analisis teks, dan penulisan akademik, sementara pendampingan dosen berperan penting dalam menjaga orientasi berpikir kritis dan eksplorasi mandiri. Efektivitas pendekatan ini dipengaruhi oleh desain proyek, dukungan pembelajaran, kesiapan mahasiswa, serta ketersediaan fasilitas teknologi.