Jembatan merupakan infrastruktur transportasi penting yang menghubungkan rute yang terpisah, seperti sungai atau jalan raya. Dalam konteks konstruksi, jembatan kayu memiliki potensi sebagai material yang dapat diperbaharui. Namun, penerapannya masih terbatas pada beberapa aspek, seperti bekisting. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko keterlambatan proyek konstruksi jembatan kayu menggunakan metode PERT dan perangkat lunak Microsoft Project. Proses dimulai dengan identifikasi aktivitas proyek dari persiapan hingga penyelesaian. Durasi kegiatan diperkirakan berdasarkan faktor risiko yang mungkin memengaruhi jadwal. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalur kritis proyek terdiri dari 15 aktivitas yang tidak boleh terlambat karena akan mempengaruhi durasi dan biaya keseluruhan. Berdasarkan probabilitas dengan menggunakan network planning dengan metode PERT, proyek ini memiliki peluang 81% untuk diselesaikan dalam waktu kurang dari 90 hari. Sedangkan menggunakan Microsoft project didapatkan Durasi rata-rata yang diperoleh adalah 57 hari. Hasil ini menunjukkan pentingnya perencanaan dan pemantauan jalur kritis untuk menghindari keterlambatan. Penelitian ini merekomendasikan pengambilan proyek dengan skala lebih besar untuk meningkatkan akurasi analisis. Kata Kunci: Jembatan Kayu, Risiko Keterlambatan, Metode PERT, Microsoft Project, Jalur Kritis