Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS RISIKO KETERLAMBATAN PADA RENCANA PROYEK REHABILITASI JEMBATAN PRIMER MAKMUR DI DESA PEMATANG LIMAU KABUPATEN SERUYAN DENGAN MENGGUNAKAN NETWORK PLANNING DAN MICROSOFT PROJECT: Donny Dwy Judianto Leihitu1) Abiel Indra Pratama2) Donny Dwy Judianto Leihitu
Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UP2M) Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/nhmj1217

Abstract

Jembatan merupakan infrastruktur transportasi penting yang menghubungkan rute yang terpisah, seperti sungai atau jalan raya. Dalam konteks konstruksi, jembatan kayu memiliki potensi sebagai material yang dapat diperbaharui. Namun, penerapannya masih terbatas pada beberapa aspek, seperti bekisting. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko keterlambatan proyek konstruksi jembatan kayu menggunakan metode PERT dan perangkat lunak Microsoft Project. Proses dimulai dengan identifikasi aktivitas proyek dari persiapan hingga penyelesaian. Durasi kegiatan diperkirakan berdasarkan faktor risiko yang mungkin memengaruhi jadwal. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalur kritis proyek terdiri dari 15 aktivitas yang tidak boleh terlambat karena akan mempengaruhi durasi dan biaya keseluruhan. Berdasarkan probabilitas dengan menggunakan network planning dengan metode PERT, proyek ini memiliki peluang 81% untuk diselesaikan dalam waktu kurang dari 90 hari. Sedangkan menggunakan Microsoft project didapatkan Durasi rata-rata yang diperoleh adalah 57 hari. Hasil ini menunjukkan pentingnya perencanaan dan pemantauan jalur kritis untuk menghindari keterlambatan. Penelitian ini merekomendasikan pengambilan proyek dengan skala lebih besar untuk meningkatkan akurasi analisis.   Kata Kunci: Jembatan Kayu, Risiko Keterlambatan, Metode PERT, Microsoft Project, Jalur Kritis  
Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Terbatas: Tirsa Neyatri Bandrang1, Donny Dwy Judianto Leihitu2,Fiqri Julian Wandira3 Fiqri Julian Wandira; Donny Dwy Judianto Leihitu; Tirsa Neyatri Bandrang
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/ndsstr57

Abstract

Keterbatasan lahan hijau di lingkungan kampus menjadi tantangan dalam pengembangan budidaya tanaman pangan sebagai media pembelajaran sekaligus upaya mewujudkan kampus yang hijau dan berkelanjutan. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pemanfaatan lahan terbatas melalui budidaya sayuran menggunakan media polybag. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sivitas akademika serta masyarakat sekitar mengenai teknik budidaya sayuran menggunakan polybag, mengoptimalkan pemanfaatan lahan kosong di lingkungan Politeknik Seruyan, meningkatkan ketersediaan sayuran sehat, serta mendukung terciptanya lingkungan kampus yang hijau. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, demonstrasi, praktik penanaman, pendampingan pemeliharaan, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu melakukan persiapan media tanam, penanaman bibit, pemeliharaan hingga panen dengan baik. Pemanfaatan polybag terbukti mampu mengoptimalkan lahan sempit menjadi area produktif, memperindah lingkungan kampus, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya budidaya sayuran secara mandiri. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pengembangan urban farming berbasis kampus yang mendukung ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DI DESA SUNGAI BAKAU Tirsa Neyatri Bandrang; Donny Dwy Judianto Leihitu; Alpiki *; Bayu Candra Risma; Farika *; Linda *; Rahmajiyah *
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pkmagri.v3i2.166

Abstract

Desa Sungai Bakau mempunyai potensi yang besar apabila di kelola secara baik melalui optimalisasi potensi yang ada secara terencana, bertahap, dan berkesinambungan secara proaktif oleh seluruh elemen yang ada agar pemerintah Desa Sungai Bakau lebih memperhatikan kelompok-kelompok yang ada di masyarakat dengan memberikan pelatihan-pelathan demi meningkatkan kesejateraan kelompok serta Masyarakat. Dengan adanya pelatihan Pembuatan pupuk organik khususnya dari sampah organik rumah tangga yang kami lakukan dapat bermanfaat bagi Masyarakat Desa Sungai Bakau khususnya ibu-ibu rumah tangga sehingga menghasilkan pupuk organik yang berperan penting dalam merawat/menjaga tingkat kesuburan tanah tanaman rumahan seperti tanaman cabai, tomat dan tanaman lainya.
ANALISIS PERHITUNGAN LEVEL OF SERVICE FASILITAS PEDESTRIAN PADA RUAS JALAN AHMAD YANI KUALA PEMBUANG Muhamad Rifqi Hidayat; Budi Tjahjono; Donny Dwy Judianto Leihitu
Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UP2M) Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/ptrkjj.v4i2.210

Abstract

Trotoar harus dirancang, dibangun sedemikian rupa untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi pejalan kaki.Tujuan dari penelitian ini adalah : - Untuk mengetahui tingkat pelayanan Level Of Service (LOS) pada jalur pejalan kaki pada daerah penelitian dan berfungsinya trotoar tersebut sudah sesuai dengan sebagaimana semestinya. - Untuk mengetahui tingkat pelayanan fasilitas jalur pejalan kaki sudah memenuhi syarat dan standart yang berlaku. Dalam mengukur tingkat kenyamanan LOS pejalan kaki, maka terdapat 3 (tiga) hal yang perlu di ketahui yaitu : Arus rata-rata pejalan kaki (ped/mnt/m) Cara untuk mendapatkan arus rata-rata pejalan kaki dalam satuan menit ialah dengan melakukan pengukuran pada titik-titik yang telah ditentukan dan di hitungjumlah pengguna jalur pejalan kaki pada titik tersebut dalam kurun waktu 15 menit.Perhitungan: Rabu Dimana We adalah lebar evektif trotoar (m) Wt 1 m dan B lebar total halangan maka, We Wt – B We 1 – 0. 6 (Ped/Mnt/M) Dimana M adalah ruang pejalan kaki (M²/ped) S kecepatan pejalan kaki dan V arus rata-rata pejalan kaki (ped/mnt/m), maka, M S/V M 8/3 M 2. b. Tingkat Pelayanan LOS di Jalan Ahmad Yani Sekmen II berdasarkan hasil survey di lapangan adalah kategori B dan berdasarkan analisi data adalah kategori B. Pada kasus Jalan Ahmad Yani Sekmen II sudsh Sesuai syarat dan standart yang berlaku karena sudah memenuhi syarat menurut Permen PUPR No.
ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL DI KOTA SAMPIT (STUDI KASUS : JALAN M.T HARYONO – JALAN M.T HARYONO BARAT - JALAN KAPTEN MOELYONO) Faujiatul Aulia; Donny Dwy Judianto Leihitu; Budi Tjahjono
Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UP2M) Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/ptrkjj.v4i2.212

Abstract

Kota Sampit merupakan daerah yang mengalami perkembangan pesat dalam sektor transportasi, terutama aktivitas ekonomi, sosial, distribusi, dan pemerintahan yang terus meningkat. Pertumbuhan jumlah penduduk setiap tahun dan berkembangnya faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan masalah lalu lintas. Salah satu simpang yang sering mengalami kemacetan adalah simpang lengan 4 di Jalan M.T Haryono - Jalan M.T Haryono Barat - Jalan Kapten Moelyono. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja simpang tak bersinyal dengan metode yang digunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) tahun 2023. Hasilnya menunjukkan bahwa kapasitas dasar tertinggi tercatat pada hari Senin, 1 Juli 2024 dengan kapasitas jalan (C) adalah 3164 smp/jam, Derajat Kejenuhan (DJ) sebesar 0,78, nilai Tundaan (T) 14,21 sebesar det/smp, dan nilai Peluang Antrian (Pa) berkisar antara 24,57 % hingga 48,70%, dengan tingkat pelayanan yang diperoleh dari nilai Derajat Kejenuhan (DJ) adalah tingkat pelayanan masuk dalam kategori D dengan Arus tidak stabil kecepatan menurun.
ANALISIS TINGKAT RISIKO PEMBANGUNAN GEDUNG OLAHRAGA POLRES SERUYAN Budi Tjahjono; Donny Dwy Judianto Leihitu; Nur Huda Huda
Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UP2M) Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/ptrkjj.v4i2.213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko dan biaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam proyek pembangunan Gedung Olahraga Polres Seruyan. Fokus utama dari studi ini adalah menganalisis pengelolaan risiko dan memberikan rekomendasi perbaikan dalam praktik K3, serta mengevaluasi dampak kebijakan K3 terhadap pengurangan kecelakaan dan penyakit kerja. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan yang menekankan pada penemuan dan makna terikat nilai untuk memahami interaksi sosial serta mengembangkan teori dalam konteks K3. Studi ini mengidentifikasi risiko dalam proyek tersebut dengan kategori kecil, sedang, dan tinggi. Untuk risiko kecil seperti luka goresan ringan dan terjatuh dari ketinggian rendah, penanganan meliputi pertolongan pertama, evaluasi, dokumentasi, dan tindakan perbaikan. Risiko sedang seperti nan i patah tulang memerlukan pertolongan pertama, evakuasi, dan analisis mendalam, sementara risiko tinggi seperti kebakaran besar dan tumpahan bahan berbahaya membutuhkan penanganan darurat, dokumentasi menyeluruh, serta revisi prosedur dan pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mengurangi risiko dan biaya K3, perlu dilakukan audit risiko menyeluruh, pengembangan rencana mitigasi risiko, dan pengadaan alat pelindung diri (APD) yang berkualitas. Evaluasi efektivitas kebijakan K3 mencakup kepatuhan terhadap peraturan, pelaksanaan pelatihan, dan pemantauan rutin. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk memperbaiki sistem K3, termasuk pelatihan, pengawasan, dan perbaikan prosedur untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja di proyek tersebut.
ANALISIS PRODUKTIVITAS PENGGUNAAN ALAT BERAT PADA PEKERJAAN REHABILITASI JARINGAN IRIGASI DI DESA BANGUN HARJA KECAMATAN SERUYAN HILIR TIMUR KABUPATEN SERUYAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Hairuduin *; Donny Dwy Judianto Leihitu; Budi Tjahjono
Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UP2M) Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/ptrkjj.v4i2.214

Abstract

Dunia konstruksi adalah sektor industri yang berfokus pada perancangan, pembangunan, renovasi dan pemeliharaan berbagai jenis bangunan dan infrastruktur. Oleh karena itu, Alat berat sangat penting untuk pembangunan infrastruktur dan proyek skala besar karena mencakup berbagai metode dan peralatan yang digunakan untuk menggali, mengangkut, mengangkat dan memindahkan material dalam skala besar. Berapa besar produktivitas alat berat yang digunakan pada pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi. Apa sajakah faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas alat berat pada pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui berapa besar produktivitas alat berat pada pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi dan menentukan jenis alat berat yang sesuai dengan kondisi di lapangan agar alat berat dapat bekerja dengan maksimal. Berdasarkan dari hasil analsis produktivitas yang dilakukan pada proyek pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi menggunakan alat berat excavator menghasilkan volume sebesar 3.993,6 m³. Proses pengerjaan rehabilitasi jaringan irigasi rawa ini hanya memerlukan 6 hari kerja dengan total jam kerja 48 jam. Berdasarkan dari penelitian yang dilaksanakan di lapangan, faktor yang mempengaruhi produktivitas kinerja alat berat seperti kondisi alat berat yang kurang dalam hal perawatan dan pemeliharaan alatnya, keahlian dan pengalaman operator yang masih kurang dapat mengganggu manuver alat berat, sehingga mempengaruhi produktivitas kinerja alat berat.