Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN MENDALAM PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASI SISWA KELAS 2 SD NEGERI PANGGUNG 2 TEGAL Bayti, Maulvikhijjul; Mayasari, Novi
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 6 No 3 (2026): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v6i3.533

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi model pembelajaran mendalam pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila siswa kelas 2 SD Negeri Panggung 2 Tegal. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada data kemendikburistek tahun 2022 menunjukkan 60% siswa Sekolah Dasar masih berada pada level pemahaman permukaan (Surface Learning) pada mata pelajaran sosial, termasuk Pendidikan Pancasila. Dibutuhkan pendekatan pembelajaran yang kreatif dengan pembelajaran mendalam agar meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemahaman mendalam serta pembentukan karakter siswa semakin baik. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis bagaimana implementasi model pembelajaran mendalam diterapkan pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila siswa kelas 2 SD Negeri Panggung 2 Tegal serta menggambarkan tantangan dan hambatan yang dialami guru serta siswa dalam menerapkan pembelajaran tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas II, dan siswa kelas II di SD Negeri Panggung 2 Tegal. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model dari Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran mendalam di SD Negeri Panggung 2 Tegal telah berjalan baik dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi yang komprehensif. Keberhasilan implementasi sangat bergantung pada kemampuan guru mengatasi tantangan sumber daya dan karakteristik siswa. Diperlukan dukungan lebih lanjut dari pihak sekolah, orang tua, dan pemerintah untuk memfasilitasi pelatihan guru dan pemeliharaan fasilitas.