Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Psikologi Sastra Tokoh Utama dalam Film Air Mata Di Ujung Sajadah Azka, Salwa Sabila; Sulaiman , Zoni; Asmaniah, Zainah
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/4qyr1m97

Abstract

Penelitian ini menganalisis aspek psikologis sastra dalam film Air Mata Di Ujung Sajadah menggunakan pendekatan kualitatif. Metode analisis data yang digunakan adalah interpretasi hermeneutik untuk mengungkap konflik batin dan dinamika psikologis karakter. Data berupa dialog yang relevan dengan dinamika psikologis karakter dianalisis untuk mengungkap konflik batin, motif, emosi, dan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis menggunakan teori Sigmund Freud, termasuk eksposisi aspek id, ego, dan superego karakter dan bagaimana hal tersebut tercermin dalam alur cerita. Temuan menunjukkan adanya interaksi dinamis struktur Freudian pada karakter utama, Aqila. Meskipun id-nya awalnya terlihat dalam keputusan impulsifnya untuk menikah melawan keinginan ibunya, didorong oleh keinginan dan dorongan emosional, ego-nya sangat mendominasi kepribadiannya, yang termanifestasi dalam upayanya yang gigih dan rasional untuk mengejar karier, mengungkap kebenaran tentang anaknya, dan menavigasi konflik sosial yang kompleks. Pada akhirnya, superego-nya mengatur resolusi terakhirnya, membimbingnya menuju penerimaan, tanpa pamrih, dan memprioritaskan kesejahteraan anaknya di atas keinginan pribadinya, sehingga mencapai keseimbangan psikologis dan moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film tersebut mencerminkan aspek-aspek psikiatrik ini melalui konflik internal yang secara signifikan memengaruhi gejolak batin dan perkembangan emosional para tokoh. Implikasi penelitian ini untuk pembelajaran sastra dan psikologi sastra sangat signifikan. Dengan menganalisis film sebagai karya sastra melalui lensa psikoanalisis, studi ini menunjukkan bagaimana teks sinematik dapat berfungsi sebagai alat pedagogis yang efektif untuk mengajarkan struktur kepribadian dan konflik batin. Para pendidik dapat menggunakan film seperti ini untuk membantu siswa memahami konsep psikologis abstrak secara konkret melalui analisis karakter, menumbuhkan pemikiran kritis tentang perilaku dan motivasi manusia, dan mengembangkan empati dengan mengeksplorasi dilema moral yang kompleks. Lebih lanjut, pendekatan ini memperkuat integrasi perspektif psikologis dalam pendidikan sastra, memperkaya keterampilan analitis siswa dan memperdalam apresiasi mereka tentang bagaimana sastra dan film mencerminkan kompleksitas pengalaman manusia.
Tantangan Guru Reguler Dalam Implementasi Pendidikan Inklusif: Studi Kasus di Sekolah Dasar Ghasani, Azmi; Sulaiman , Zoni; Gunawan, Dani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.45529

Abstract

Inclusive education is the main pillar in providing equal access to education, but in practice, regular teachers are often the ones most affected by various implementation obstacles. This research aims to describe in depth the challenges faced by regular teachers in implementing inclusive education at SDN Regol 6. Using a descriptive qualitative approach, data was collected through in-depth interview techniques with first grade teachers and analyzed using data reduction methods, data presentation, and drawing conclusions to obtain a holistic picture. The research results show that regular teachers at SDN Regol 6 face serious challenges that are multidimensional. First, the absence of Special Guidance Teachers (GPK) forces regular teachers to carry a double burden, where they have to carry out the role of main educators as well as special assistants for Students with Special Needs (PDBK). This condition causes an imbalance in learning focus, where regular students are often neglected in order to handle the intensive needs of GDPK. Second, the low level of special pedagogical competence due to the lack of formal training forces teachers to carry out independent digital literacy which is not necessarily comprehensive. Third, limited physical facilities, such as the absence of disabled toilets, ramp access, and special learning media, become physical obstacles for teachers in creating independent learning for students. Fourth, teachers face significant psychological and emotional pressure due to communication barriers with students' parents who tend not to accept their children's special needs. This rejection from the family hampers educational synergy and increases the mental burden on class teachers. This research concludes that the challenges faced by regular teachers are not just administrative technical, but touch managerial and emotional aspects that require systemic support in the form of providing experts, improving infrastructure, and continuing education for students' parents.