Rahma Soraya Wijanarko
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Kadar Kolesterol Total Dan LDL Dengan Derajat Hipertensi Pada Pasien Jantung Koroner Di Rumah Sakit Umum Daerah Koja Periode Januari – Desember 2024 Rahma Soraya Wijanarko
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1113

Abstract

Tentu, ini adalah versi abstrak penelitian Anda yang telah dirapikan sesuai dengan standar publikasi jurnal ilmiah kedokteran. Format ini menonjolkan alur logika dari patofisiologi hingga implikasi klinisnya. ABSTRAK Latar Belakang: Kolesterol total dan Low-Density Lipoprotein (LDL) merupakan faktor risiko utama dalam patogenesis penyakit jantung koroner (PJK). Peningkatan kadar lipid dalam darah tidak hanya memicu aterosklerosis, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan tekanan darah melalui gangguan fungsi vaskular dan kekakuan arteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar kolesterol total dan LDL dengan derajat hipertensi pada pasien PJK. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang (cross-sectional) dengan memanfaatkan data rekam medis pasien PJK. Variabel penelitian meliputi kadar kolesterol total, kadar LDL, dan klasifikasi derajat hipertensi. Data dianalisis menggunakan uji statistik bivariat untuk menentukan signifikansi hubungan antar variabel. Hasil: Temuan penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan kadar kolesterol total tinggi secara konsisten terdistribusi pada kategori hipertensi yang lebih berat dibandingkan dengan pasien berprofil kolesterol normal. Pola serupa ditemukan pada variabel LDL, di mana terdapat kecenderungan peningkatan derajat hipertensi seiring dengan tingginya kadar LDL pasien. Hal ini menunjukkan adanya korelasi positif antara profil lipid yang buruk dengan tingkat keparahan hipertensi. Pembahasan: Hasil ini memperkuat teori bahwa dislipidemia memicu proses aterosklerosis yang mengakibatkan penurunan elastisitas pembuluh darah (kekakuan vaskular), sehingga memicu peningkatan tekanan darah sistemik. Temuan ini sejalan dengan literatur sebelumnya yang menempatkan profil lipid sebagai faktor determinan yang memperburuk kondisi hemodinamik pada pasien dengan komorbiditas jantung koroner. Simpulan: Kadar kolesterol total dan LDL yang tinggi berhubungan signifikan dengan derajat hipertensi yang lebih berat pada pasien penyakit jantung koroner. Pengendalian profil lipid secara agresif menjadi intervensi krusial untuk mencegah progresi hipertensi dan menurunkan risiko komplikasi kardiovaskular lebih lanjut.