Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efek Ekstrak Daun Teh Hijau Terhadap Migrasi Dan Viabilitas Pada Sel Kanker HSC-3 Dimas Rizki
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1117

Abstract

Latar Belakang: Karsinoma sel skuamosa rongga mulut merupakan keganasan dengan tingkat viabilitas dan migrasi sel yang tinggi, yang berperan krusial dalam progresi serta metastasis. Teh hijau (Camellia sinensis) mengandung senyawa katekin, khususnya Epigallocatechin gallate (EGCG), yang memiliki potensi sitotoksik dan antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efek ekstrak daun teh hijau terhadap viabilitas dan migrasi sel kanker lidah manusia (HSC-3). Metode: Penelitian eksperimental in vitro dilakukan pada sel HSC-3 yang terbagi menjadi enam kelompok: kontrol negatif (DMEM), kontrol positif (cisplatin), serta kelompok perlakuan ekstrak teh hijau dengan dosis 160, 320, 640, dan 960 ?g/mL. Viabilitas sel diukur menggunakan pewarnaan Hoechst, sedangkan kemampuan migrasi dinilai dengan metode open area assay. Analisis data dilakukan menggunakan uji One Way ANOVA dan uji lanjut Tukey ($p < 0,05$). Hasil: Terdapat penurunan viabilitas sel yang signifikan seiring dengan peningkatan dosis ekstrak ($p = 0,000$). Persentase viabilitas pada kelompok perlakuan adalah: 160 ?g/mL (93,60%); 320 ?g/mL (60,52%); 640 ?g/mL (44,87%); dan 960 ?g/mL (28,13%), dibandingkan kontrol negatif (96,48%) dan cisplatin (10,19%). Pada uji migrasi, perbedaan bermakna mulai terlihat pada jam ke-20 hingga ke-44. Pada jam ke-44, sisa open area pada dosis 640 ?g/mL adalah 18,70% dan pada 960 ?g/mL sebesar 55,03%, sementara kelompok lainnya telah mencapai 0% (penutupan area sempurna). Pembahasan: Ekstrak teh hijau menurunkan viabilitas sel HSC-3 secara dose-dependent, yang konsisten dengan mekanisme EGCG dalam menghambat proliferasi dan menginduksi apoptosis. Hambatan migrasi yang signifikan pada dosis tinggi setelah 20 jam menunjukkan efek yang bersifat time-dependent. Penurunan migrasi ini perlu diinterpretasikan secara hati-hati bersama dengan data viabilitas, mengingat sitotoksisitas ekstrak juga memengaruhi kemampuan sel untuk bermigrasi. Simpulan: Ekstrak daun teh hijau efektif menurunkan viabilitas dan menghambat migrasi sel kanker HSC-3 secara in vitro, dengan efek penghambatan paling optimal ditemukan pada konsentrasi 960 ?g/mL