Drs. Gatot Kusjono
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJAKARYAWAN PADA RUMAH SAKIT HELSA CIPUTAT Demazisokhi Gea; Drs. Gatot Kusjono
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 4 (2026): Maret
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i4.7175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan dan pengembangan terhadap produktivitas kerja karyawan pada Rumah Sakit Helsa Ciputat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Rumah Sakit Helsa Ciputat yang berjumlah 93 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan dengan nilai t-hitung sebesar 3,408 > t-tabel 1,987 dan signifikansi 0,001 < 0,05. Program pelatihan memperoleh penilaian sangat baik dengan skor rata-rata 4,30; (2) Pengembangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan dengan nilai t-hitung sebesar 3,229 > t-tabel 1,987 dan signifikansi 0,002 < 0,05. Program pengembangan memperoleh penilaian baik dengan skor rata-rata 4,19; (3) Pelatihan dan pengembangan secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan dengan nilai F-hitung sebesar 42,795 > F-tabel 3,10 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Persamaan regresi yang terbentuk adalah Y = 5,688 + 0,446X₁ + 0,519X₂ dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,487 atau 48,7%, yang berarti pelatihan dan pengembangan mampu menjelaskan 48,7% variasi produktivitas kerja karyawan, sedangkan sisanya 51,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Produktivitas kerja karyawan memperoleh penilaian sangat baik dengan skor rata-rata 4,21.