Pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) bukan hanya merupakan tanggung jawab pendidikan formal, tetapi juga membutuhkan dukungan dari jalur pendidikan nonformal yang inklusif, fleksibel, dan berfokus pada pengembangan potensi individu. Salah satu jenis pendidikan nonformal adalah pelatihan keterampilan seni, terutama melukis, yang bisa menjadi sarana untuk ekspresi diri, pengembangan kreativitas, dan pembentukan kemandirian sosial anak. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis fungsi tutor dalam pelatihan anak berkebutuhan khusus melalui kelas keterampilan melukis bagi remaja di Rumah Anak Prestasi Surabaya. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan pengumpulan dokumentasi, dengan fokus penelitian pada tutor dan siswa yang memiliki kebutuhan khusus. Analisis data dilaksanakan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa tutor berfungsi sangat vital sebagai fasilitator, motivator, dan pendamping dalam proses pengajaran melukis. Tutor dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif, memberikan bimbingan yang penuh empati, serta mendorong berkembangnya kreativitas, kepercayaan diri, dan kemandirian anak. Faktor yang mendukung penyelenggaraan pelatihan mencakup peran tutor, dukungan lembaga, tersedianya fasilitas, dan partisipasi orang tua. Di sisi lain, faktor yang menghalangi antara lain adalah terbatasnya jumlah tutor, variasi karakteristik dan kebutuhan siswa, serta kurangnya dana dan fasilitas. Penelitian ini menyatakan bahwa peran tutor dalam kelas keterampilan melukis memiliki kontribusi yang berarti dalam pengembangan potensi dan kemandirian anak berkebutuhan khusus dalam pendidikan nonformal.