Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN DAN KESEIMBANGAN KEHIDUPAN KERJA KARYAWAN Nur Asnita; Riswan, Riswan; Muh Aslan Syah
DECISION : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 7 No. 1 (2026): DECISION : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/decision.v7i1.4287

Abstract

Penelitian ini berangkat dari urgensi krusial mengenai fenomena meningkatnya tekanan kerja, beban emosional, dan degradasi keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance) yang dialami oleh para profesional di sektor jasa dan pendidikan di Indonesia. Pentingnya penelitian ini terletak pada upaya untuk menggeser paradigma manajemen sumber daya manusia (MSDM) dari sekadar pengejaran produktivitas menuju pendekatan yang lebih humanistik dan berkelanjutan, mengingat ketidakseimbangan antara kehidupan profesional dan pribadi telah menjadi pemicu utama stres kerja yang berdampak buruk pada performa organisasi secara jangka panjang. Untuk membedah realitas tersebut secara mendalam, penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, sebuah pilihan metodologi yang sangat relevan untuk menggali esensi dari pengalaman hidup dan makna subjektif yang dirasakan oleh individu terkait kesejahteraan di tempat kerja. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara semi-terstruktur yang mendalam, observasi partisipatif, serta analisis dokumentasi yang teliti terhadap 15 partisipan yang dipilih menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Kriteria partisipan mencakup karyawan, supervisor, hingga manajer HR yang memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun, guna memastikan kredibilitas dan kekayaan perspektif dari berbagai level organisasi. Hasil analisis tematik menonjolkan tiga pilar utama keberhasilan MSDM dalam meningkatkan kesejahteraan, yaitu fleksibilitas kebijakan kerja, penguatan kesehatan mental melalui dukungan psikologis, serta penciptaan budaya kerja inklusif yang berbasis komunikasi empatik. Temuan ini tidak hanya memvalidasi teori Job Demands-Resources (JD-R) dan Social Exchange Theory (SET), tetapi juga memberikan kontribusi praktis yang signifikan bagi organisasi dalam merancang strategi yang mampu menyeimbangkan efisiensi operasional dengan empati terhadap kebutuhan manusiawi karyawan. Dengan demikian, penelitian ini menjadi landasan penting bagi pengembangan model MSDM yang adaptif dan responsif terhadap dinamika perubahan sosial dan digital di masa depan.