Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, namun daya saingnya sering terkendala oleh lemahnya identitas produk, kemasan yang kurang menarik, minimnya pemanfaatan promosi digital, serta belum terpenuhinya legalitas usaha. Kondisi tersebut ditemukan pada UMKM Keripik Tempe milik Ibu Nurita di Dusun Mekar Jaya, Desa Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM tersebut melalui penguatan identitas produk, perbaikan kemasan, penguatan promosi, dan fasilitasi legalitas usaha. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan pemberdayaan langsung yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau Tahun 2026. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa produk telah memiliki identitas merek “Keripik Tempe Bu Ndut” beserta logo dan desain kemasan baru, media promosi berupa spanduk usaha, serta legalitas usaha berupa Surat Izin Usaha dan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang telah diterbitkan, sementara proses sertifikasi label halal masih berjalan. Program ini meningkatkan pemahaman dan kapasitas pemilik UMKM dalam mengelola usaha secara lebih profesional, meskipun pemanfaatan promosi digital berbasis media sosial belum optimal dan perlu menjadi perhatian pada program pendampingan selanjutnya.