Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI TERHADAP SIKAP MASYARAKAT TENTANG KEHALALAN OBAT DI KECAMATAN TELUKJAMBE TIMUR KABUPATEN KARAWANG Fitria, Fitria; Suprapto, Umar
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5540

Abstract

Halal lifestyle saat ini menjadi trend yang populer di Indonesia seiring semakin meningkatnya jumlah muslim. Namun masih banyak ditemukannya obat dengan bahan yang tidak diketahui status kehalalannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dan persepsi terhadap sikap masyarakat tentang kehalalan obat di Kecamatan Telukjambe Timur Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dan penentuan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Besaran sampel yaitu 100 dihitung menggunakan rumus slovin dengan presisi 10% (0,1). Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Penelitian dilakukan mulai dari bulan Maret-Mei tahun 2025. Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (55%), usia 26-35 tahun (33%), pendidikan DIV/S1 (36%) dan pekerjaan karyawan swasta (36%). Tingkat pengetahuan, persepsi dan sikap responden tentang kehalalan obat termasuk dalam kategori baik, masing-masing sebesar 93%, 86% dan 87%. Hasil hubungan pengetahuan terhadap sikap masyarakat diperoleh nilai p-value 0,000 (< 0,05) disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan terhadap sikap masyarakat. Hubungan antara persepsi terhadap sikap masyarakat dengan nilai p-value 0,000 (< 0,05), maka terdapat hubungan antara persepsi terhadap sikap masyarakat tentang kehalalan obat di Kecamatan Telukjambe Timur Kabupaten Karawang. Hasilnya menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan sikap masyarakat tentang kehalalan obat (p = 0,000) dan terdapat hubungan signifikan antara persepsi dengan sikap masyarakat tentang kehalalan obat (p = 0,000). Untuk penelitian selanjutnya, disarankan dapat mencakup wilayah yang lebih luas dan mempertimbangkan faktor atau variabel lain yang mungkin berpengaruh terhadap sikap masyarakat.