Model Sistem Neuman menekankan pendekatan holistik dan strategi pencegahan terhadap stresor yang memengaruhi kondisi klien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Model Sistem Neuman dalam pemberian asuhan keperawatan pada seorang anak dengan luka robek di kepala yang menjalani perawatan di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus yang melibatkan An. F, seorang anak perempuan berusia lima tahun yang dirawat di unit gawat darurat dan ruang bedah di sebuah rumah sakit di Jakarta. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan orang tua, serta peninjauan rekam medis selama periode perawatan 3×24 jam. Instrumen yang digunakan meliputi lembar pengkajian berdasarkan lima variabel teori Neuman, identifikasi stresor, serta standar keperawatan Indonesia yaitu SDKI, SLKI, dan SIKI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi An. F dipengaruhi oleh stresor intrapersonal seperti rasa nyeri dan ketakutan. Stresor interpersonal berasal dari kecemasan orang tua, sedangkan stresor ekstrapersonal berkaitan dengan keterbatasan finansial. Proses keperawatan difokuskan pada pencegahan primer, sekunder, dan tersier untuk mengurangi dampak stresor tersebut. Intervensi yang diberikan meliputi penurunan kecemasan, manajemen nyeri, dukungan emosional, serta bantuan dalam pengambilan keputusan terkait penggunaan jaminan kesehatan BPJS. Hasil yang diperoleh menunjukkan penurunan tingkat kecemasan, berkurangnya tingkat nyeri, serta peningkatan kemampuan keluarga dalam mengatasi masalah. Model Sistem Neuman terbukti bermanfaat dalam menangani aspek fisik, emosional, sosial, dan spiritual secara bersamaan, sehingga menjadi pedoman praktik yang tepat untuk kasus yang melibatkan respons fisik dan psikologis terhadap stresor.