Ad-Dimasyqi, Naravitto
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor Risiko dan Luaran Klinis Hiperglikemia pada Anak dengan Leukemia Limfoblastik Akut Selama Fase Induksi Kemoterapi: Tinjauan Naratif Hartaman Putra, Hisyam; Luthfi, Mishbakhul; Ad-Dimasyqi, Naravitto; Delfina Andreza, Tasya; Djumain , Rahmadina
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 5 No 1 (2026): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol5.Iss1.2319

Abstract

Hiperglikemia merupakan komplikasi metabolik yang sering terjadi selama fase induksi kemoterapi pada anak dengan Leukemia Limfoblastik Akut (LLA), yang terutama berkaitan dengan efek diabetogenik kortikosteroid dan asparaginase. Pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhinya penting untuk deteksi dini, pencegahan komplikasi, dan optimalisasi luaran terapi. Tinjauan ini merupakan narrative review yang merangkum bukti dari uji klinis dan studi observasional pada pasien anak (0–18 tahun) dengan LLA selama fase induksi. Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed, Scopus, Ovid, Wiley, dan Google Scholar menggunakan kata kunci terkait LLA, terapi induksi, hiperglikemia, dan faktor risiko. Artikel full-text yang melaporkan kejadian atau faktor penentu hiperglikemia diikutsertakan dalam analisis. Sebanyak sembilan studi memenuhi kriteria inklusi, dengan prevalensi hiperglikemia yang dilaporkan berkisar antara 7% hingga 52%. Faktor risiko yang paling menonjol adalah usia >10 tahun, terutama pada masa pubertas akibat resistensi insulin fisiologis. Faktor lain yang turut berkontribusi meliputi overweight atau obesitas, riwayat keluarga diabetes melitus, serta Down syndrome. Faktor terkait terapi, khususnya penggunaan kortikosteroid dan native L-asparaginase, juga berhubungan dengan peningkatan risiko. Hiperglikemia dikaitkan dengan peningkatan angka infeksi dan luaran terapi yang lebih buruk. Oleh karena itu, identifikasi dini pasien berisiko tinggi serta pemantauan glukosa yang lebih ketat penting dilakukan untuk meningkatkan luaran klinis.