Jihad, Fauzan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Ranah Afektif pada International Class Program (ICP) di SMP Muhammadiyah Kottabarat: Pendekatan CIPP Jihad, Fauzan
Jurnal Pendidikan Modern Vol. 11 No. 2 (2026): Edisi Januari
Publisher : STKIP Modern Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37471/jpm.v11i2.1314

Abstract

Perkembangan dinamika global menuntut institusi pendidikan melakukan transformasi progresif , mendorong sekolah seperti SMP Muhammadiyah Kottabarat menyelenggarakan International Class Program (ICP). Namun, muncul kesenjangan antara desain program yang ideal dengan realitas sikap dan konsistensi siswa dalam ranah afektif. Penelitian terdahulu cenderung berfokus pada evaluasi manajerial (CIPP) dan capaian kognitif , namun masih minim yang secara spesifik mengevaluasi ranah afektif. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokusnya menganalisis implementasi evaluasi afektif sebagai variabel utama, bukan sekadar capaian kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi evaluasi afektif pada program ICP di SMP Muhammadiyah Kottabarat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif , dengan data primer dari wawancara mendalam bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan dianalisis menggunakan model evaluasi CIPP. Temuan menunjukkan desain Input program ICP sangat kompleks, terdiri dari sistem ganda program pendukung dan pembiasaan dan evaluasi berlapis (awal, tengah, dan akhir). Evaluasi afektif dirancang khusus pada asesmen tengah 3 bulan melalui observasi untuk memantau konsistensi siswa menggunakan skala dikotomis. Akan tetapi, pada tahap process, program pembiasaan utama Language Day mengalami kendala operasional serius, yaitu minimnya durasi waktu dan minimnya pengawasan. Kendala proses ini berimplikasi pada asesmen afektif; di mana asesmen yang dirancang canggih tersebut berisiko beralih fungsi dari formatif (memperbaiki sikap) menjadi sekadar formalitas administratif.