Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Maqasid Ibadah Haji dalam Tafsir At-Tahrir Wa At-Tanwir Karya Ibn ‘Ashur: Analisis Tafsir Maqasidi Hosnan Jaini Sanusi, Muhammad
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 3 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i3.4090

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan kajian ibadah haji yang selama ini lebih banyak menekankan aspek fikih normatif, seperti ketentuan sah, batal, serta tata cara pelaksanaan manasik, sehingga dimensi tujuan syariat (maqasid al-syari‘ah) dalam ibadah haji belum banyak dikaji secara sistematis. Padahal, ibadah haji tidak hanya memiliki dimensi ritual, tetapi juga mengandung nilai-nilai spiritual, sosial, dan moral yang lebih luas bagi kehidupan umat Islam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis maqasid ibadah haji dalam Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir karya Ibn ‘Ashur serta menelaah kontribusinya bagi pengembangan tafsir maqasidi kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data utama bersumber dari penafsiran Ibn ‘Ashur terhadap ayat-ayat Al-Qur’an tentang haji yang dianalisis menggunakan metode tafsir tematik (mawdu‘i) dan kerangka analisis maqasid al-syari‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibn ‘Ashur memandang ibadah haji tidak sekadar sebagai praktik ritual, tetapi sebagai sarana pembinaan tauhid, pembentukan akhlak, penguatan solidaritas sosial, serta pemeliharaan tatanan umat. Maqasid ibadah haji dipetakan ke dalam tiga tingkatan, yaitu daruriyyat yang menekankan penjagaan agama dan jiwa, hajiyyat yang menegaskan prinsip kemudahan dan penghilangan kesulitan, serta tahsiniyyat yang berorientasi pada penyempurnaan etika dan peradaban. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penafsiran Ibn ‘Ashur memberikan kontribusi penting dalam memperkuat paradigma tafsir maqasidi yang integratif, kontekstual, dan responsif terhadap dinamika umat Islam kontemporer.