Keterampilan menulis teks iklan merupakan bagian penting dalam pembelajaran bahasa Indonesia karena menuntut kemampuan siswa menyampaikan informasi secara jelas, persuasif, dan komunikatif. Namun, dalam praktik pembelajaran, siswa masih menghadapi berbagai kesulitan dalam menyusun teks iklan yang sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor kesulitan siswa dalam menulis teks iklan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wawonii Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian sebanyak 31 siswa yang dipilih melalui teknik total sampling. Data diperoleh melalui tes menulis iklan yang dinilai menggunakan rubrik penilaian berdasarkan lima aspek, yaitu informasi iklan, penggunaan kalimat imperatif, penggunaan kalimat persuasif, penentuan sasaran iklan, dan kreativitas. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kuantitatif melalui perhitungan skor dan persentase pada setiap aspek penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks iklan siswa masih tergolong rendah, dengan tingkat ketuntasan klasikal hanya mencapai 22,58%, sedangkan 77,41% siswa belum mencapai kriteria ketuntasan minimal. Kesulitan utama siswa terdapat pada penggunaan kalimat imperatif (90,32%), kalimat persuasif (87,09%), penentuan sasaran iklan (83,87%), serta penyampaian informasi iklan (67,74%). Meskipun demikian, seluruh siswa menunjukkan kemampuan yang baik pada aspek kreativitas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesulitan menulis teks iklan tidak disebabkan oleh kurangnya ide, melainkan oleh keterbatasan penguasaan unsur kebahasaan, pemahaman fungsi bahasa persuasif, serta kemampuan menyesuaikan pesan iklan dengan sasaran pembaca. Hasil penelitian ini memberikan gambaran empiris mengenai faktor-faktor kesulitan siswa dalam menulis teks iklan yang dapat menjadi dasar dalam merancang strategi pembelajaran menulis yang lebih efektif dan kontekstual.