Priscilla, Monica Ayu
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KETIMPANGAN AKSES PELAYANAN KESEHATAN ANTARA KAWASAN BARAT DAN TIMUR INDONESIA Marissa, Azizah Nurul; Maqfirah, Adyalitta Athiana; Hanifah, Andhini Ummu; Priscilla, Monica Ayu; Amalia, Fitri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53077

Abstract

Ketimpangan akses pelayanan kesehatan masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan kesehatan di Indonesia, terutama antara Kawasan Barat dan Kawasan Timur Indonesia. Meskipun pemerintah telah mengimplementasikan berbagai kebijakan pemerataan, perbedaan ketersediaan fasilitas kesehatan, distribusi tenaga medis, serta pemanfaatan layanan kesehatan antarwilayah masih tampak signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat akses pelayanan kesehatan antara Kawasan Barat dan Kawasan Timur Indonesia serta mengidentifikasi faktor-faktor utama yang memengaruhi terjadinya ketimpangan tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis komparatif antarwilayah. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari publikasi resmi lembaga pemerintah, seperti Badan Pusat Statistik dan Kementerian Kesehatan. Variabel penelitian meliputi jumlah fasilitas kesehatan, rasio tenaga kesehatan, serta tingkat pemanfaatan layanan kesehatan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk membandingkan kondisi akses pelayanan kesehatan di kedua kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kawasan Barat Indonesia memiliki tingkat akses pelayanan kesehatan yang lebih baik dibandingkan Kawasan Timur Indonesia, ditunjukkan oleh ketersediaan fasilitas kesehatan dan tenaga medis yang lebih memadai serta pemanfaatan layanan yang lebih tinggi. Sedangkan, Kawasan Timur masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, tenaga kesehatan, dan hambatan geografis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketimpangan akses pelayanan kesehatan antarwilayah masih relatif tinggi, sehingga diperlukan kebijakan pemerataan pembangunan pelayanan kesehatan yang lebih terarah, kontekstual, dan berkelanjutan.