Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PIJAT TUINA TERHADAP NAFSU MAKAN ANAK USIA 3-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA POLINDES TASIKMADU Kartikasari, Ayudina; Keswara, Nila Widya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53299

Abstract

Nutrisi yang memadai sangat krusial bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, namun penurunan nafsu makan pada usia 3-5 tahun seringkali mengancam status gizi dan imunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pijat Tuina, sebuah terapi non-farmakologis, terhadap peningkatan nafsu makan anak usia 3-5 tahun di wilayah kerja Polindes Tasikmadu.Penelitian pra-eksperimental ini dilaksanakan pada November 2025 menggunakan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel terdiri dari 30 balita yang dipilih melalui teknik Total Sampling. Karena data tidak terdistribusi normal, analisis dilakukan menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nafsu makan yang signifikan setelah intervensi pijat Tuina. Nilai rata-rata nafsu makan meningkat drastis dari 4,50 pada pretest menjadi 9,20 pada posttest dengan nilai signifikansi p < 0,001. Secara fisiologis, pijat Tuina bekerja dengan menstimulasi titik meridian yang berhubungan dengan sistem pencernaan dan limpa, sehingga meningkatkan gerakan peristaltik usus serta mempercepat proses pengosongan lambung. Stimulasi ini tidak hanya meningkatkan rasa lapar dan nafsu makan secara alami, tetapi juga mengoptimalkan sirkulasi darah dan fungsi organ pencernaan untuk penyerapan nutrisi yang lebih baik. Pijat Tuina juga diketahui memberikan efek relaksasi pada saraf dan mempererat ikatan antara orang tua dan anak. Kesimpulannya, pemberian pijat Tuina secara rutin terbukti efektif secara signifikan dalam mengatasi masalah kesulitan makan pada anak usia 3-5 tahun, sehingga dapat menjadi metode alternatif yang aman untuk mencegah masalah gizi buruk dan mendukung pencapaian status gizi yang sehat.