Mahasiswa semester akhir menghadapi tuntutan akademik yang tinggi, yang sering diiringi dengan perilaku menunda penyelesaian tugas. Selain itu, penggunaan smartphone telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa. Kondisi ini sering berdampak pada kebiasaan belajar dan keseharian mereka, kondisi ini menjadi dasar penelitian yang meneliti hubungan antara prokrastinasi akademik dan nomophobia pada mahasiswa tingkat akhir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara prokrastinasi akademik dengan kejadian nomophobia pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Widya Nusantara. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain analitik korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 84 mahasiswa tingkat akhir yang dipilih menggunakan teknik disproportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner prokrastinasi akademik dan nomophobia yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji alternatif Fisher–Freeman– Halton Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat prokrastinasi akademik kategori sedang sebesar 89,3%, serta kejadian nomophobia kategori sedang sebesar 92,9%. Hasil uji Fisher–Freeman–Halton Exact Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara prokrastinasi akademik dengan kejadian nomophobia pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Widya Nusantara. Terdapat hubungan yang signifikan antara prokrastinasi akademik dengan kejadian nomophobia pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Widya nusantara (p = 0,000), dimana semakin tinggi tingkat prokrastinasi akademik, semakin besar kecenderungan mahasiswa mengalami nomophobia.