Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RELATIONSHIP BETWEEN DIETARY PATTERNS AND THE INCIDENCE OF MALNUTRITION (WASTING) IN CHILDREN AGED 24-59 MONTHS : LITERATURE REVIEW Pelu, Diana Saputri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55552

Abstract

Status gizi anak dianggap seimbang dan baik jika makanan yang dikonsumsi sesuai dengan usia anak. Kebiasaan makan yang baik menentukan keberlanjutan sumber daya manusia di masa depan. Jika anak tidak mendapatkan makanan yang baik dan bergizi, hal itu akan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Balita harus memiliki kebiasaan makan yang disesuaikan dengan frekuensi makan, jumlah makanan, dan kandungan nutrisi yang seimbang. Hal ini agar balita dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Pola makan juga sangat menentukan status gizi balita. Makanan yang tidak tepat dan pola makan yang buruk akan menyebabkan efek buruk dan mengganggu status gizi balita. Efek jangka pendek meliputi perkembangan otak yang lambat, pertumbuhan yang tidak sesuai usia, dan kerentanan terhadap penyakit karena sistem kekebalan tubuh yang lemah. Efek jangka panjang meliputi keterlambatan perkembangan otak dalam menerima pembelajaran, yang mengakibatkan penurunan prestasi belajar, dan risiko mengalami penyakit tidak menular lainnya yang akan berdampak pada generasi mendatang. Artikel Tinjauan Pustaka ini bertujuan untuk menyajikan informasi tentang apakah ada korelasi antara pola makan dan kejadian WASTING atau malnutrisi pada anak usia 24-59 bulan. Penelitian ini menggunakan studi literatur atau tinjauan artikel yang memanfaatkan data dasar dari Google Scholar dan situs web Garuda yang diterbitkan dari tahun 2020 hingga 2026. Studi ini menemukan bahwa terdapat hubungan antara pola makan anak dan kejadian malnutrisi (kurus kering) pada balita, dan bahwa penerapan pola makan yang tidak tepat membuat balita tidak sehat dan mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya. Pola makan memiliki dampak terhadap malnutrisi.