Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN DUA ARAH ANTARA STUNTING DAN DIARE PADA BALITA : SYSTEMATIC REVIEW Putri, Rizka Ovilia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55599

Abstract

Stunting dan diare masih menjadi masalah kesehatan utama pada balita di negara berpendapatan rendah dan menengah. Keduanya memiliki hubungan yang saling memengaruhi, di mana diare dapat menghambat pertumbuhan linear, sedangkan stunting dapat menurunkan ketahanan tubuh sehingga memperburuk kondisi saat anak mengalami infeksi. Kajian literatur ini dilakukan untuk mengevaluasi hubungan dua arah (bidirectional) antara stunting dan diare pada balita serta mengidentifikasi pola temuan penelitian. Penelitian ini merupakan literature review dengan desain sistematis. Penelusuran artikel dilakukan secara daring pada empat database, yaitu Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan Garuda Ristekbrin, dengan rentang publikasi tahun 2021–2026. Seleksi artikel dilakukan melalui tahap identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, hingga inklusi akhir berdasarkan kriteria relevansi topik. Sintesis delapan artikel menunjukkan bahwa hubungan diare dan stunting bersifat bidirectional, namun bukti paling konsisten ditemukan pada arah diare terhadap stunting. Mayoritas studi melaporkan bahwa riwayat diare berulang, infeksi enterik, serta paparan patogen saluran cerna berkorelasi dengan penurunan HAZ/LAZ dan meningkatnya kejadian stunting. Faktor lingkungan seperti sanitasi dan higiene yang buruk berperan sebagai determinan hulu yang meningkatkan paparan patogen dan memperbesar risiko diare. Bukti mengenai arah sebaliknya menunjukkan bahwa anak stunting cenderung mengalami kondisi klinis dan fisiologis yang lebih buruk saat mengalami diare, meskipun hubungan stunting sebagai prediktor kejadian diare tidak ditemukan secara konsisten. Diare berulang dan infeksi enterik merupakan faktor penting yang berkontribusi terhadap stunting pada balita, sedangkan stunting berpotensi memperburuk luaran klinis diare melalui penurunan ketahanan tubuh.