Abstract: This research was conducted at Andalan Taekwondo in Pekanbaru City, focusing on women's motivation and social solidarity in taekwondo training. The objectives of this study were: 1) Identify women's motivations for participating in taekwondo and 2) Analyze the forms of social solidarity formed among community members. The method used in this study was descriptive qualitative, with eight informants: six female athletes, one coach, and one athlete's parent. Data collection was conducted through in-depth interviews and observations. The theories used in this study were McClelland's theory of motivation and Émile Durkheim's theory of social solidarity. The results showed that the motivations of female athletes include a desire to improve physical health, build self-confidence, and combat gender prejudice. Social solidarity among members is formed through emotional support, cooperation in training, and collaboration in various community activities. A strong sense of togetherness creates a positive environment, where each member feels valued and motivated to continue practicing. This research is expected to provide insight into the importance of taekwondo as a means of empowering women and developing social solidarity within the community. Abstrak: Penelitian ini dilakukan di Andalan Taekwondo Kota Pekanbaru, dengan fokus pada motivasi dan solidaritas sosial perempuan dalam berlatih taekwondo. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Mengidentifikasi motivasi perempuan dalam berpartisipasi di taekwondo dan 2) Menganalisis bentuk solidaritas sosial yang terbentuk di antara anggota komunitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan informan berjumlah 8 orang, terdiri dari 6 atlet perempuan dan key informan, 1 pelatih dan 1 orang tua atlet. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori motivasi McClelland dan teori solidaritas sosial Émile Durkheim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi atlet perempuan meliputi keinginan untuk meningkatkan kesehatan fisik, membangun rasa percaya diri, dan melawan prasangka gender. Solidaritas sosial di antara anggota terbentuk melalui dukungan emosional, kerja sama dalam latihan, dan kolaborasi di berbagai kegiatan komunitas. Rasa kebersamaan yang kuat menciptakan lingkungan yang positif, di mana setiap anggota merasa dihargai dan termotivasi untuk terus berlatih. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai pentingnya taekwondo sebagai sarana pemberdayaan perempuan dan pengembangan solidaritas sosial di dalam komunitas.